Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Upaya eliminasi Tuberkulosis di Kota Bandar Lampung kini tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, tetapi juga mengandalkan kekuatan komunitas hingga tingkat kelurahan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mulai mengintensifkan pelibatan kader dan pamong wilayah untuk melakukan pelacakan kasus, edukasi, hingga pendampingan pasien secara langsung di lingkungan masyarakat.
Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menjelaskan bahwa strategi ini menjadi kunci dalam memutus rantai penularan TBC yang masih menjadi tantangan kesehatan publik.
“Peran kader sangat penting. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga bisa membantu menemukan kasus lebih cepat sekaligus memastikan pasien patuh berobat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Kasus TBC di Lampung 10 Besar Nasional, DPRD Minta Diskes Tingkatkan Sosialisasi
Pendekatan berbasis komunitas ini diperkuat dengan sistem pendataan rinci pasien yang sudah tersusun hingga tingkat kelurahan. Dengan data by name by address, kader dan petugas kesehatan dapat lebih mudah memantau perkembangan pasien serta melakukan intervensi cepat jika ditemukan potensi penularan.
Tak hanya fokus pada pasien, upaya pencegahan juga menyasar keluarga dan kontak erat. Warga yang dinyatakan negatif dari hasil skrining tetap mendapatkan terapi pencegahan berupa obat mingguan selama tiga bulan.
Langkah ini dinilai efektif untuk menekan risiko penularan di lingkungan rumah tangga, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan penyebaran TBC.
Selain itu, pemerintah kota turut memperkuat dukungan melalui kebijakan dan anggaran daerah, termasuk operasional kader di lapangan. Sinergi lintas sektor pun dibangun untuk memastikan gerakan eliminasi TBC berjalan lebih masif dan berkelanjutan.
Dengan strategi ini, Dinkes berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam deteksi dini dan pengobatan.
“Kalau masyarakat terlibat, penanganan TBC akan jauh lebih cepat dan efektif,” tegas Muhtadi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )