BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang perawat bagikan perjuangannya melewati jalan penuh lumpur saat hendak menyambangi satu desa di Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Bersama sejumlah rekannya, perawat tersebut harus melintasi kondisi jalan yang jauh dari kata layak bahkan nyaris membahayakan mereka.
Baca juga: Pelayanan KB Perbatasan Sasar Muara Uya Tabalong, Diikuti Ratusan Peserta
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @banjarku, Selasa (21/4/2026), jalan yang harus mereka lalui tersebut sama sekali belum tersentuh aspal dan hanya berupa tanah cokelat.
Saat hujan, kondisi jalan tersebut menjadi penuh lumpur serta kubangan yang membuat kendaraan semakin sulit melintas.
Akses menuju desa itu pun kian sulit apalagi bagian kanan dan kiri jalan hanyalah hutan dan jurang yang membuat para perawat itu tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan perjalanan.
Dalam video yang beredar tampak motor yang dikendarai para tenaga medis itu sampai terjebak di tengah kubangan lumpur.
Pakaian yang sebelumnya mereka kenakan rapi untuk menemui para pasien seketika berubah menjadi penuh bercak lumpur hingga basah.
Lantaran kesulitan melintas, perawat yang duduk dibagian belakang motor pun harus turun terlebih dahulu untuk meringankan beban.
Secara bergantian, para perawat tersebut bahu membahu memberi pertolongan pada rekan mereka agar perjalanan bisa dilanjutkan.
“Orang Muara Uya pasti tahu ini menuju desa apa,” terang unggahan tersebut.
Perjuangan para perawat tersebut untuk memberi pelayanan bagi warga di desa terpencil ramai menyentuh hati warganet.
Doa dan harapan pun ramai mengalir agar jalan bisa segera diperbaiki sehingga akses menuju desa tak lagi menjadi penghalang,
Jika jalan menuju desa mudah dilalui maka pembangunan baik dari kesehatan, sarana dan prasarana, hingga pendidikan dapat maju pesat.
Mengutip dari beberapa sumber, Muara Uya adalah kecamatan terluas di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan luas mencapai 866,18-878,87 km⊃2;.
Kecamatan ini berfokus pada pengembangan sektor perkebunan dan pertanian, dengan 14 desa yang memiliki produk unggulan masing-masing.
Muara Uya juga merupakan pusat ekonomi baru yang terhubung ke Kalimantan Timur.
Berikut profil Kecamatan Muara Uya:
Geografi & Administrasi: Terletak di utara Kabupaten Tabalong dan terdiri dari 14 desa.
Potensi Wilayah: Didominasi sektor perkebunan dan pertanian (seperti beras gunung di Desa Salikung dan Sungai Kumap, serta kopi di Desa Santuun).
Infrastruktur & Pembangunan: Kantor Kecamatan baru di Jalan Poros Kalsel-Kaltim telah diresmikan pada tahun 2024.
Wilayah ini juga aktif mengembangkan infrastruktur melalui usulan Musrenbang, termasuk perbaikan jalan dan jembatan.
Program Strategis: Terdapat program RTH Smart dan satu desa satu wifi di seluruh desa.
Perekonomian: Pengembangan UMKM melalui pelatihan keterampilan, seperti yang dilakukan di Desa Muara Uya.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)