Tribunlampung.co.id, Jawa Barat - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kembali pentingnya kemandirian energi rumah tangga di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi, dengan mendorong masyarakat pedesaan kembali memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif memasak.
Menurutnya, pemanfaatan sumber energi yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi langkah praktis untuk meredam tekanan biaya hidup akibat kenaikan LPG tabung 12 kg dan 5,5 kg yang kini masing-masing berada di kisaran Rp228.000 dan Rp107.000.
Dedi menilai, adaptasi terhadap kondisi ekonomi dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi lokal yang selama ini masih tersedia namun kurang dimanfaatkan.
Di wilayah perdesaan, kayu bakar dinilai masih relevan sebagai solusi jangka pendek yang mudah dijangkau masyarakat, sementara di kawasan perkotaan ia mendorong penggunaan kompor listrik sebagai opsi yang lebih sesuai dengan infrastruktur yang ada.
Selain kayu bakar dan listrik, ia juga menekankan pengembangan biogas sebagai sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Energi tersebut dapat dihasilkan dari pengolahan limbah organik, khususnya kotoran ternak seperti sapi.
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dilansir Diskominfo Jabar, 21 April 2026.
Dedi menambahkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung Barat, telah lebih dulu memanfaatkan biogas untuk kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, teknologi sederhana tersebut mampu menghasilkan energi yang cukup untuk aktivitas memasak sehari-hari, sehingga layak diperluas sebagai bagian dari diversifikasi energi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting dalam menghadapi dinamika harga energi.
“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” katanya, seraya menekankan perlunya inovasi berbasis potensi lokal untuk menjaga ketahanan energi rumah tangga.
Sementara itu, kenaikan harga LPG nonsubsidi terjadi secara bersamaan di berbagai jenis tabung.
Hari, staf penjualan PT Limas Raga Inti, menyebutkan bahwa harga LPG 5,5 kg kini berada di kisaran Rp107.000 per tabung, sedangkan LPG 12 kg mencapai Rp228.000.
“Saat ini, harga LPG 5,5 kg berada di kisaran Rp107.000 per tabung, sementara LPG 12 kg mencapai Rp228.000 per tabung,” tuturnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya harga LPG 12 kg masih berada di angka Rp192.000, sedangkan tabung 5,5 kg sekitar Rp95.000.
Kenaikan tersebut juga berdampak pada LPG 50 kg untuk sektor industri yang sebelumnya berada di kisaran Rp841.000 hingga Rp941.000.
“Kenaikan ini berlaku untuk yang non-subsidi, seperti 5,5 kg dan 50 kg industri,” ujarnya.
Meski demikian, respons pelanggan relatif tenang karena memahami bahwa produk tersebut termasuk kategori nonsubsidi.
“Enggak ada informasi sebelumnya, jadi langsung naik saja. Mulainya hari Sabtu tanggal 18,” katanya.
sumber; Tribun Jabar