Imbas Motif Penikaman yang Tewaskan Nus Kei karena Dendam Lama, Polisi Imbau Keluarga Tahan Diri
Musahadah April 21, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Dua terduga pelaku penusukan berujung tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei telah ditangkap. 

Keduanya adalah Hendrikus Rahayaan (HR), atlet bela diri Mixed Martial Arts (MMA)  dan rekannya, Finansius Ulukyanan (FU).

Selain dikenal sebagai atlet MMA. Hendrikus Rahayaan juga keponakan dari  keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta.

Hendrikus juga masih masih ada hubungan saudara dengan Mossad Kennedy Refra, anak John Key Refra yang dikabarkan siap maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara menggantikan Nus Kei. 

Kapolres Maluku tenggara AKBP Rian Suhend mengungkap motif penikaman karena pelaku memiliki dendam lama.

Baca juga: Nasib Atlet MMA Hendrikus Rahayaan dan Pelaku Penusukan Nus Kei hingga Tewas, Terancam Hukuman Mati

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu, Senin (20/4/2026).

Terkait hal ini, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menghimbau keluarga korban penikaman di Kabupaten Maluku Tenggara hingga di Jakarta, untuk dapat menahan diri dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegakan hukum. 

 “Kami menghimbau kepada keluarga korban, baik yang berada di Langgur maupun di Jakarta dan daerah lainnya, agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada Kepolisian,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, kepada rekan media di Polda Maluku. 

Ia juga mengungkapkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut hingga kini masih terjaga dengan baik. 

Polda Maluku bersama jajaran Polres Maluku Tenggara terus bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan sejumlah saksi. 

Menurut Kombes Pol. Rositah, langkah ini penting guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. 

 “Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Maluku Tenggara dan Polda Maluku secara umum,” katanya. 

Pelaku Terancam Hukuman Mati 

Hendrikus dan Finansius diduga menusuk Nus Kei hingga tewas di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026), pukul 11.25 WIT.

Saat ini keduanya sudah berada di Mapolda Maluku untuk pemeriksaan lanjutan.

Polda Maluku tengah mendalami dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menyatakan kedua terduga pelaku dijerat pasal berlapis.

Baca juga: Gelagat Hendrikus Rahayaan, Atlet MMA Sebelum Tusuk Nus Kei Hingga Tewas, Galau Ditawari Kerja Rp1 M

"Pasal yang disangkakan antara lain terkait pembunuhan berencana maupun penganiayaan bersama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kombes Pol. Rositah kepada awak media pada Senin (20/4/2026) di Polda Maluku. 

Ancaman hukuman untuk pidana ini adalah mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Lanjut dikatakan saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku masih melakukan pemeriksaan intensif sebelum menetapkan status hukum para pelaku melalui gelar perkara.

Dari hasil pemeriksaan awal, motif sementara diduga dilatarbelakangi dendam, namun penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap konstruksi kasus secara menyeluruh.

"Untuk memperkuat alat bukti, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi," ucapnya.

Setelah pemeriksaan lanjutan, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka, sekaligus penahanan di Polda Maluku. 

Detik-detik penikaman maut

REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun.
REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun. (Instagram/@golkar_maluku_tenggara)

Penikaman Nus Kei terjadi tidak lama setelah ia tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, Nus Kei tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun."

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," kata Kombes Rositah, Minggu (19/4/2026).

Kronologi tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. 

Ia menjelaskan, Nus Kei tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT 880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT 880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Setelah mendarat, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri dari lokasi.

Korban yang terluka sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.