TRIBUNNEWS.COM - Situasi internal Chelsea sedang goyah, beredar rumor soal kepercayaan pemain terhadap sang pelatih Liam Rosenior yang mulai berkurang seiring hasil negatif yang diraih tim sejak Enzo Maresca dipecat pada Januari lalu.
Akhir pekan kemarin, Chelsea dikalahkan Man United 1-0 di Stamford Bridge. Hasil yang membuat tim berjuluk The Blues itu menelan empat kekalahan laga Liga Inggris secara berturut-turut.
Apesnya, di empat kekalahan tersebut tidak ada satu pun gol yang berhasil dicetak oleh tim asuhan Liam Rosenior sehingga mengantar mereka ke titik terendah yang belum pernah mereka lakukan sejak tahun 1998 atau 28 tahun yang lalu, menurut Squawka.
Hasil itu juga akan menyulitkan Chelsea untuk menembus zona Liga Champions dari 5 besar klasemen Liga Inggris.
The Blues tertinggal tujuh poin dari Liverpool dan 10 angka dari Aston Villa dengan 5 pertandingan sisa musim ini.
Rentetan negatif ini direspons langsung oleh para penggemar Chelsea yang menginginkannya untuk angkat kaki dari tim London Barat itu.
Kepercayaan mereka luntur seiring hasil buruk yang terjadi. Tekanan meningkat di setiap pertandingan karena harga mahal yang harus dibayar Chelsea jika gagal dinis di zona Liga Champions.
Soal kepercayaan ini mendapat pandangan serius dari berbagai kalangan yang pernah berkiprah di Liga Inggris.
Misalnya mantan kepala eksekutif Everton, Kith Wyness yang menilai Chelsea dapat mengulangi kesulitan Tottenham musim ini karena berjuang di zona degradasi pada Liga Inggris musim depan.
Ada 'awan badai' berkumpul di balik layar Stamford Bridge, dan keresahan dalam tim yang menjadi kekhawatiran.
Kondisi Liam Rosenior musim ini di Chelsea mungkin dapat dimaklumi karena ia baru melakukan pekerjaannya selama empat bulan di klub London Barat setelah menggantikan Enzo Maresca.
Tetapi, pelatih berusia 41 tahun itu belum pernah berada di Liga Inggris sebelumnya. Ia juga belum pernah memenangkan trofi saat menjadi pelatih Strasbourg, Hull City, ataupun Derby klub Championship.
Namun jika para direksi Chelsea mengambil keputusan untuk memecat Rosenior pada musim panas nanti dengan kontraknya yang masih enam tahun, itu akan menjadi guncangan yang lebih bahaya ke depannya.
Chelsea tidak memiliki arah yang jelas dalam keberlangsungan di bawah kepemilikan BlueCo.
"Jika mereka melakukan perubahan dengan memecat Rosenior, itu berarti keputusan lain yang salah mereka buat di tingkat manajerial," kata mentan kepala eksekutif Everton yang mencebat sebagai CEO di Goodison park antara tahun 2004 dan 2009 itu kepada Football Insider.
"Saya khawatir. Saya tidak melihat jalan yang jelas ke depan, kekompakan, stabilitas, dan semua hal yang mengarah pada kesuksesan."
"Saya rasa istilah eksperimen ekuitas swasta adalah cara yang tepat untuk menggambarkan situasi Chelsea," jelasnya.
Jika melihat Rosenior, ia merupakan orang baik yang pandai berbicara. Di depan media saat menjelaskan kondisi tim saat ini, menjelaskan apa yang terjadi pada pemainnya, dan hal-hal yang menyangkut hasil negatif dan hubungannya dengan para pemain, Rosenior mampu mengatasi itu.
Tetapi, satu hal yang menjadi sorotan adalah ia tidak memiliki aura seperti Enzo Maresca atau Mauricio Pochettino.
Para pemain sedang melihat kebohongan di balik dirinya, klaim Football 365.
Yang lebih menohok lagi, ketika ada yang mengibaratkan Rosenior tak layak menjadi pelatih sepak bola klub elit.
Meskipun begitu, Liam Rosenior mengklaim bahwa dirinya masih mendapat dukungan dari klub. Ya meskipun hanya memenangkan satu pertandingan dari delapan pertandingan Liga Inggris terakhir mereka.
Rasa yang ia klaim bahwa musim ini dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan harapan untuk membawa Chelsea finis di 5 besar klasemen.
"100 persen. Mereka telah mendukung saya dalam percakapan sehari-hari kami, para direkturolahraga yang terlibat, mereka sangat luar biasa dalam mendukung saya dan tim," bebernya, dikutip dari The Athletic.
"Saya rasa percakapan yang telah mereka lakukan bukan tentang butuh kepastian. Ini tentang keterbukaan. Ini tentang melihat di mana saya membuat kesalahan dan di mana kita perlu meningkatkan diri."
"Saya merasa para pemain memahami bahwa kita semua sangat sejalan dalam hal apa yang ingin kita capai," jelasnya.
Tapi, Keith Wyness tidak yakin Rosenior akan tetap memimpin Chelsea di musim depan.
Hasil pertandingan melawan Brighton malam ini, dan kesempatan meraih gelar satu-satunya yang tersisa dari Piala FA akan menambah tekanan Rosenior dan akan memberikan gambaran kepada manajemen klub apakah mereka layak mempertahankan sang pelatih tersebut.
(Tribunnews.com/Sina)