TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kenaikan harga gas LPG non subsidi di Provinsi Riau mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di Pekanbaru. Sejumlah warga mengaku terpaksa beralih ke gas subsidi 3 kilogram demi menekan biaya operasional.
Salah satunya Andi, pemilik sebuah kafe di Pekanbaru, yang sebelumnya menggunakan LPG non subsidi ukuran 5,5 kilogram. Ia mengaku keberatan setelah harga gas tersebut mengalami kenaikan signifikan.
Diketahui, harga LPG 5,5 kilogram di Pekanbaru naik dari Rp90 ribu menjadi Rp111 ribu. Sementara LPG 12 kilogram juga mengalami kenaikan dari Rp194 ribu menjadi Rp230 ribu. Sementara harga ini biasanya berbeda di setiap Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau.
Menurut Andi, lonjakan harga lebih dari Rp20 ribu per tabung cukup memberatkan usahanya. Ia pun memilih beralih ke LPG subsidi 3 kilogram agar biaya operasional tetap terkendali.
"Tidak mungkin kan dinaikkan harga makanan dan minuman, jadi solusinya cari yang subsidi aja dulu," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Erwin, warga Pekanbaru yang menggunakan LPG non subsidi untuk kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi.
Sebagai solusi, Erwin memilih beralih ke LPG subsidi dengan sudah menghubungi rekannya yang memiliki pangkalan gas 3 kilogram. Ia menilai langkah tersebut lebih hemat dibanding tetap menggunakan gas non subsidi.
Sementara itu, Yunus, pemilik pangkalan LPG subsidi 3 kilogram, mengatakan hingga saat ini permintaan masih relatif normal. Namun, ia memprediksi akan terjadi lonjakan permintaan dalam waktu dekat.
“Pasti ada yang beralih. Kita khawatir juga ada oknum yang memanfaatkan situasi ini,” ujarnya, menyinggung potensi permainan harga di tingkat pengecer meski harga di pangkalan masih sesuai HET pemerintah.
Pemerintah menaikkan harga gas LPG non subsidi setelah sebelumnya juga menaikkan harga BBM non subsidi, ini disebabkan gejolak global akibat perang Amerika dan Israel melawan Iran di Timur Tengah.
(TribunPekanbaru.com / Nasuha Nasution)