TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Semangat Hari Kartini tak hanya diwujudkan dalam kata, tetapi juga aksi nyata.
Puluhan perempuan Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menanam ribuan pohon pada Selasa (21/4/2026) untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Kegiatan bertajuk “Perempuan Menanam untuk Masa Depan” ini digelar bersama Samitra Lingkungan dan tim restorasi hutan Sigedang.
Baca juga: Bupati Wonosobo Soroti Keamanan Siber di Tengah Percepatan Digitalisasi Berbasis AI
Aksi penghijauan tersebut menjadi upaya konkret dalam mengantisipasi bencana sekaligus mendukung ketahanan ekonomi lokal.
Gerakan ini muncul dari keprihatinan atas banjir yang sempat melanda wilayah Sigedang.
Mengingat posisinya yang berada di kawasan penting, penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari Program Prioritas Jawa Tengah dalam penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dan Muria.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, menyampaikan bahwa peran perempuan saat ini sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kartini masa kini adalah mereka yang menanam untuk anak cucu. Kita tidak hanya menanam, tapi juga wajib merawat tanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana yang pernah terjadi,” ujarnya.
Selain untuk mitigasi banjir, kegiatan ini juga menjadi langkah menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem yang berpotensi menyebabkan kekeringan panjang.
Dengan menjaga vegetasi di wilayah hulu, diharapkan ketersediaan air tetap terjaga dan dampak kekeringan di daerah hilir dapat diminimalisir.
Kepala Desa Sigedang, Muhammad Habib, berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola alam.
“Hutan lestari, masyarakat sejahtera. Saat ini mungkin masih menjadi tontonan, tetapi ke depan semoga bisa menjadi tuntunan bagi semua pihak untuk lebih mencintai lingkungan,” ungkapnya.
Baca juga: 14 Rekomendasi DPRD Warnai Pembahasan LKPJ Bupati Wonosobo 2025
Dalam aksi tersebut, ditanam berbagai jenis bibit yang memiliki nilai konservasi sekaligus ekonomi, di antaranya 2.000 batang kopi, 5 batang suren, dan 10 batang kayu manis.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) VII Provinsi Jawa Tengah, Perhutani Kedu Utara, serta berbagai elemen masyarakat yang berkomitmen melakukan pemantauan dan perawatan tanaman secara berkala. (ima)