TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG – Atlet muda dari Balance Bandung Inline Skate Academy sukses mencuri perhatian dalam ajang Bekasi Open 2026 yang digelar di Bekasi Internasional Skate Track Arena pada 9–11 April 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti 984 atlet perwakilan dari 64 club yang mewakili beberapa daerah di Indonesia dari Sumatra, Jawa, Sulawesi hingga papua, hampir 30 klub berasal dari Jawa Barat.
Perwakilan atlit dari Balance Bandung berhasil membawa pulang 4 medali emas dan 1 medali perak.
Prestasi tersebut diraih oleh atlet-atlet usia dini yang tampil impresif di berbagai nomor pertandingan.
Rinciannya, yakni:
1 medali perak nomor ITT 200 meter speed KU B/Pi atas nama Agatha Nathania Utami (Atha)
2 medali emas nomor 500 meter dan 1000 meter KU B/Pi standar atas nama Gempita Andriana Megan Tara (Gempi)
2 medali emas nomor 100 meter dan 200 meter K1 Pemula atas nama Arshy Yunita Aryanti
Atlet - atlet cilik ini dengan persiapan dan periodisasi jadwal dan program latihan yang tertata dan terukur, tampil percaya diri meski persaingan ketat.
Agatha Nathania Utami (8), peraih medali perak, mengaku bangga atas pencapaiannya. Ia bahkan sempat tak menyangka bisa naik podium karena ketatnya persaingan.
“Senang dan bangga bisa meraih medali, sempat tidak menyangka karena saingan cukup berat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Gempita dan Arshy yang berhasil meraih medali emas. Keduanya mengaku hanya fokus menjalankan arahan pelatih Coach Dimas dan Coach Delwin saat bertanding.
“Iya, senang sekali bisa meraih medali,” ujar keduanya kompak.
Orangtua Bangga, Awalnya Sekadar Hobi
Perwakilan orangtua atlet, Gema Megantara, mengaku bangga melihat perkembangan anak-anak yang awalnya hanya menyalurkan hobi, kini mampu berprestasi di tingkat nasional.
“Awalnya kami hanya mengarahkan saja, karena mereka sudah hobi sejak kecil. Ternyata antusiasnya tinggi untuk ikut lomba dan alhamdulillah bisa membawa pulang emas dan perak,” katanya.
Pelatih: Bukti Kerja Keras Anak Didik
Head Coach Balance Bandung, Detje Ahmad Nusyamsi, menyebut prestasi ini menjadi bukti kerja keras para atlet muda yang mampu bersaing di level nasional.
“Banyak mata tertuju pada klub elite dengan pelatih ternama, namun anak didik kami mampu mencuri prestasi di ajang ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak berdiri pada 2008, Balance Bandung telah melahirkan banyak atlet berprestasi. Ke depan, pihaknya akan terus mencetak atlet berbakat untuk mengharumkan nama daerah.
Harapan Dukungan Fasilitas dan Pembinaan
Detje berharap prestasi ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama KONI dan PORSEROSI Kota Bandung dan Jawa Barat, serta Dispora Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan fasilitas latihan, khususnya izin latihan malam dan penerangan di GOR Saparua, mengingat sebagian besar atlet masih berstatus pelajar.
“Karena anak-anak ini usia sekolah, rata - rata mereka baru bisa latihan sore hingga malam. Kami berharap ada dukungan fasilitas agar pembinaan bisa lebih maksimal,” ungkapnya.(*)