TRIBUNJATENG.COM - Kecelakaan maut menewaskan seorang pengendara sepeda motor setelah bertabrakan dengan mobil Brimob Polisi.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi di di Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (20/4/2026).
Kendaraan yang terlibat adalah sebuah motor Honda Revo DC 2131 BW dan mobil minibus dari Satuan Brimob Polda Sulawesi Barat.
Insiden tersebut menewaskan seorang pengendara motor di lokasi kejadian.
Baca juga: Kecelakaan di Lampu Merah Comal Pemalang, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Truk
Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Tabrak Pohon di Wonogiri, Ayah Meninggal saat Anak Jadi Sopir
Korban diketahui berasal dari Kabupaten Majene.
Ia meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat benturan saat peristiwa berlangsung.
Dampak kecelakaan terlihat pada kondisi kendaraan yang terlibat.
Bagian depan sepeda motor mengalami kerusakan parah, sedangkan kendaraan minibus Brimob mengalami kerusakan pada sisi depan kanan, termasuk lampu dan kaca.
"Saya kurang tahu pasti bagaimana kejadiannya, hanya saja saya dengar suara benturan keras.
Saya kira ada mobil pecah ban, tapi setelah saya lihat ke jalan, pengendara motor sudah tergeletak," ujar Sitti Surah dikutip dari TribunSulbar, Senin (20/4/2026).
Menurut Kasat Lantas Polresta Mamuju AKP Arfian, peristiwa bermula ketika mobil Isuzu milik Brimob bergerak dari arah Mapolda Sulbar menuju Desa Bambu.
Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Revo bernomor polisi DC 2131 BW melaju dari arah Kalukku menuju pusat Kota Mamuju.
"Kronologinya, saat mobil Isuzu ini melaju dari arah Polda, pengendara motor datang dari arah Kalukku," ujar Arfian, dikutip dari TribunSulbar, Senin.
Kondisi jalan yang menanjak dan berbelok diduga membuat pengendara motor kehilangan kendali.
Kendaraan tersebut kemudian masuk ke jalur berlawanan hingga terjadi tabrakan dengan mobil Brimob.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kecepatan kendaraan saat insiden terjadi.
Saat evakuasi dilakukan, petugas tidak menemukan identitas seperti KTP maupun SIM pada korban.
Meski demikian, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki dan diketahui berasal dari Kabupaten Majene serta berdomisili di wilayah Kalukku.
"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti, keterangan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian," imbuh Arfian. (*)
Sumber: kompas.com