TRIBUNNEWS.COM - Aksi perundungan antar remaja kembali terjadi.
Sebuah video yang menunjukkan seorang remaja dipukuli remaja lainnya di wilayah Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Dari video yang beredar, korban yang tengah duduk bersama remaja lainnya tiba-tiba dipukul.
Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/4/2026) lalu.
Mengutip TribunJabar.id, Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menuturkan, setelah menerima informasi, pihaknya langsung menerjunkan anggota polisi untuk melakukan penelusuran di lapangan.
"Terkait informasinya sudah kami terima, namun anggota yang ada di lapangan masih berusaha menelusuri siapa pelaku dan korbannya," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Gofur menuturkan, pihak Polres Cimahi juga berkoordinasi dengan RT dan RW setempat dalam mencari informasi dari video yang beredar tersebut.
"Kami akan terus telusuri berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, dan kelurahan karena seperti informasi bahwa anak-anak itu bukan berasal dari wilayah tempat kejadian berlangsung,"
"Silakan korban segera membuat laporan polisi," lanjutnya.
Terbaru ini, Iptu Gofur menuturkan bahwa aksi tersebut bermula dari korban yang mengejek pelaku dengan kata yang tak pantas.
Baca juga: Polda Metro Jaya Tangani Perkara Dugaan Perundungan Siswi SMAN 2 Bekasi
"Awalnya pelaku M ini mendengar ada yang menyebutnya dengan kata-kata tidak pantas (banci)," ujar Gofur, Selasa (21/4/2026).
Korban yang melintas pun langsung dipanggil oleh pelaku dan teman-temannya lalu ditanyai siapa yang memanggil dengan ucapan tersebut hingga akhirnya terjadi aksi pemukulan.
Kemudian korban melintas dan dipanggil oleh para pelaku dan teman-temannya, menanyakan siapa memanggil dengan ucapan tidak pantas,"
"Namun korban diam karena takut, hingga dilakukan pemukulan," lanjut Gofur, dikutip dari TribunJabar.id.
Aksi saling pukul antar remaja tersebut pun telah dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Pihak pelaku dan korban didampingi keluarganya sudah bertemu dan sepakat untuk berdamai.
"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan, antara para pelaku dengan korban didampingi orangtua masing-masing sudah dipertemukan dan sepakat berdamai," pungkasnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Rahmat Kurniawan)