TRIBUNNEWS.COM - Kasus perselingkuhan antara polisi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Anggota Polres Nganjuk berinisial DEP digerebek keluarganya sendiri saat asik berduaan di sebuah rumah dengan perempuan berinisial AN.
AN disebut-sebut merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang bertugas di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Nganjuk.
Peristiwa ini menambah daftar kasus serupa yang mencoreng citra institusi negara, baik kepolisian maupun aparatur sipil.
PPPK paruh waktu merupakan ASN dengan jam kerja fleksibel atau di bawah 40 jam per minggu.
Jabatan tersebut merupakan jembatan dari non-ASN menuju PPPK penuh waktu dengan gaji yang disesuaikan dan dengan kontrak satu tahun.
Menanggapi adanya ASN yang terjerat kasus perselingkuhan ini, Pemkab Nganjuk akan melakukan tindakan tegas.
Marhaen Djumadi, Bupati Nganjuk mengatakan ada sanksi tegas apabila AN terbukti melanggar kode etik dan disiplin ASN.
"Nanti, kalau dia kalau PPPK akan disanksi," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.
Sementara untuk DEP, saat ini pihak Propam masih melakukan pemeriksaan.
Status DEP juga belum dipublikasi oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Anggota Polres Nganjuk Kepergok Selingkuh dengan ASN, Nasib Pegawai Pemkab di Ujung Tanduk
"Mohon maaf masih gelar perkara," jelas Kasi Propam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro.
Kasus ini terungkap setelah keluarga DEP merasa curiga dengan anggota Polres Nganjuk tersebut.
Kecurigaan tersebut berujung pada aksi penggerebekan di depan rumah kontrakan yang ditempati DEP dan AN pada Jumat (17/4/2026) pukul 14.30 WIB.
Pihak keluarga sempat meminta keduanya keluar dari dalam rumah saat penggerebekan.
Namun, permintaan tersebut tidak direspons.
Situasi ini semakin menarik perhatian warga sekitar yang ikut datang ke lokasi.
Emosi warga pun memuncak setelah mengetahui perbuatan DEP dan AN.
Sebuah mobil Honda Jazz berwarna abu-abu yang terparkir di depan rumah kontrakan, yang diduga milik oknum polisi tersebut, menjadi sasaran pelampiasan amarah.
Ketua RT setempat, Kartoyo mengonfirmasi hal tersebut.
"Saya dilapori oleh pihak keluarga terkait penggerebekan dugaan perselingkuhan ini," katanya.
"Saya pun ke lokasi rumah kontrakan, diikuti warga lain karena situasinya gaduh. Keduanya sudah diminta keluar, tapi diabaikan," imbuhnya kepada TribunJatim.com.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribunjatim.com, Danendra Kusuma)