Siapa Pengganti Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam? Anak John Key Siap
Musahadah April 21, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Sosok pengganti Agrapinus Rumatora alias Nus Kei sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra) hingga kini masih menjadi teka-teki. 

Nus Kei tewas usai ditikam di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Padahal, tidak lama lagi musyawarah daerah Partai Golkar Maluku Tenggara akan digelar. 

Terkait hal ini Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, DPD Golkar Provinsi Maluku harus segera menunjuk plt ketua DPD Golkar Maluku Tenggara karena akan ada Musyawarah Daerah Golkar Maluku Tenggara dalam waktu dekat.

“Karena sebentar lagi akan dilaksanakan Musda, tentu DPD Provinsi akan menunjuk Plt Ketua DPD Maluku Tenggara dan sesegera mungkin Musda akan dilaksanakan,” ujar Ace di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Sosok Mossad Refra, Anak John Kei yang Siap Gantikan Nus Kei Sebagai Ketua Golkar Maluku Tenggara

Ia mengatakan, kasus meninggalnya Nus Kei mesti direspons DPD Golkar Maluku dengan langkah-langkah struktural agar situasi tetap kondusif.

“DPD Provinsi Maluku akan mengambil langkah-langkah organisasi lebih lanjut supaya suasananya tetap kondusif untuk pelaksanaan Musda di Maluku Tenggara,” katanya.

Ace juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nus Kei. Ia mengimbau seluruh kader Partai Golkar untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

“Kita sangat prihatin dan menyampaikan duka mendalam. Semua kader diharapkan tetap tenang, sabar, dan menyerahkan sepenuhnya kepada ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Ace.

Lebih lanjut, ia menegaskan agar pelaku yang terlibat dalam insiden yang menyebabkan meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara tersebut dapat diproses secara hukum.

Anak John Key Siap Maju dalam Pemilihan

Sebelumnya, Mossad Kennedy Refra, anak John Key Refra dikabarkan siap maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.

Mossad Kennedy Refra digadang-gadang menggantikan grapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra) yang tewas usai ditusuk di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026).

Mossad Kennedy Refra atau yang dikenal dengan inisial MKR disebut-sebut telah mendapat dukungan dari sejumlah pemilik suara menjelang Musda.

Dua hari lalu, MKR juga telah tiba di Maluku Tenggara untuk mempersiapkan diri mengikuti proses Musda.

Dalam video yang beredar, MKR tampak disambut puluhan pendukung saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.

Baca juga: Sosok 2 Pelaku Penusukan Nus Kei hingga Tewas, Ada Atlet MMA Ponakan John Kei yang Punya Dendam Lama

Di bagian lain, Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Anos Jeremias, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan pencalonan MKR karena proses pendaftaran belum dibuka.

“Kalau terhadap itu, nanti ditanyakan ke panitia karena belum ada laporan. Memang ada informasi, tapi dia belum daftar, jadi kami belum bisa berkomentar,” kata Anos saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, kepastian calon baru dapat diketahui setelah pendaftaran resmi dibuka oleh panitia Musda.

Saat ini, pelaksanaan Musda Partai Golkar Maluku Tenggara masih ditunda menyusul meninggalnya Ketua DPD Golkar setempat, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

“Kalau sudah buka pendaftaran dan ada yang mendaftar, baru kita bisa tahu siapa saja yang akan maju,” ujar Anos.

Terkait kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei, polisi telah menangkap dua terduga pelaku.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik kejadian tersebut.

Sosok Mossad Kennedy Refra

Mossad Kennedy Refra (MKR) adalah putra dari John Refra (John Kei) dan Sophia Eden Leatemia.

Dia lahir di Jakarta pada 18 Mei 1999.

Mossad dikenal sebagai sosok advokat yang aktif dalam kancah politik di Maluku Tenggara. 

Berdasarkan laporan, Mossad Kennedy Refra menempuh jalan yang berbeda dengan ayahnya yang

Mossad juga berkiprah sebagai atlet muay thai profesional. 

Detik-detik Penikaman Berujung Tewasnya Nus Kei

REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun.
REKAM JEJAK - Rekam jejak Ketua Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, yang tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun. (Instagram/@golkar_maluku_tenggara)

Penikaman Nus Kei terjadi tidak lama setelah ia tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, Nus Kei tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Hal ini diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi.

“Kejadiannya itu terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun."

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta dengan pesawat, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," kata Kombes Rositah, Minggu (19/4/2026).

Kronologi tersebut juga telah dibenarkan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono. 

Ia menjelaskan, Nus Kei tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT 880 dari Bandara Pattimura, Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT 880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Setelah mendarat, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga. Namun, situasi berubah drastis ketika seorang pria berjaket merah dan mengenakan masker mendekati korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri dari lokasi.

Korban yang terluka sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujarnya.

2 Pelaku Ditangkap

Sosok terduga pelaku penusukan berujung tewasnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara (Malra) akhirnya ditangkap, dua jam setelah beraksi. 

Dua terduga pelaku tersebut Hendrikus Rahayaan (HR) (28) dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis (36).

Keduanya langsung dibawa ke Polres untuk menjalani pemeriksaan intensif di Polres Maluku Utara.

Hendrikus Rahayaan (HR) adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Dia juga keponakan tokoh preman Jakarta, John Kei.

Sementara Finansius Ulukyanan merupakan warga biasa.

Terkait motif penikaman, AKBP Rian menyebut pelaku menikam Nus Kei karena memiliki dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu, Senin (20/4/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.