Fahmi Rahmasari Sang Kartini Masa Kini, Lulusan UNM Rela Jadi Guru di Pelosok Luwu
Alfian April 21, 2026 06:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Di tengah peringatan Hari Kartini, kisah tentang perjuangan perempuan tak lagi berhenti pada lembar sejarah Raden Ajeng Kartini.  

Di pelosok pegunungan Bastem, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, semangat emansipasi, pendidikan, dan kebebasan berpikir yang dipegang Kartini menjelma dalam sosok Fahmi Rahmasari. 

Ia seorang guru matematika di SMAN 19 Luwu yang berlokasi di Desa Lissaga, Bastem.

Jarak dari Ibukota Luwu, Kota Belopa, menuju sekolah tempat Fahmi mengajar berkisar 70 kilometer. 

Butuh waktu dua jam lebih berkendara menggunakan sepeda motor untuk bisa sampai di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) itu. 

Alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar itu mengabdikan diri di wilayah dengan akses jalan yang belum tersentuh aspal. 

Selama lima tahun mengabdi sebagai guru honorer, Fahmi sudah akrab dengan jalanan ekstrem khas pegunungan. 

Baca juga: Hari Kartini dan Tantangan Penegakan Hukum

Setiap pagi, selama 30 menit, sepeda motornya harus menerjang kontur jalanan berbatu di lereng Pegunungan Latimojong. 

Sebagai perempuan yang mengabdi di daerah terpencil, tantangan yang dihadapi Fahmi bukan sekadar jarak, melainkan juga kendala teknis yang menuntut kemandirian. 

Salah satunya adalah keterbatasan dalam bekendara menggunakan sepeda motor. 

"Ketika kendaraan bermasalah di tengah perjalanan, sering kali kita harus berusaha sendiri dengan kemampuan yang terbatas, atau menunggu bantuan yang tidak selalu cepat datang," ungkap Fahmi kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 12.24 Wita siang. 

Medan di Bastem yang berbatu, berlumpur, bahkan sangat licin saat diguyur hujan, menjadi santapan sehari-hari. 

Fahmi tak menampik, keletihan sering kali menghinggapi dirinya akibat perjalanan jauh melintasi medan yang sulit. 

Baca juga: Cicu Gaungkan Kesetaraan Gender di Momen Hari Kartini 2025

Namun, rasa lelah itu seketika luruh saat ia melihat wajah-wajah muridnya. 

"Terkadang merasa lelah, tapi ketika melihat semangat anak-anak kecil untuk bersekolah menempuh perjalanan jauh, naik turun gunung, hingga melewati hutan, itu menjadi penguat hati. Kita merasa kehadiran kita sangat berarti bagi mereka," ungkapnya. 

Bagi Fahmi, ada panggilan hati yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan tugas profesi. 

Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari perubahan kecil yang suatu hari nanti bisa membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak di pedalaman Luwu. 

Rasa keikhlasan dan harapan akan pendidikan yang lebih baik inilah yang terus menguatkan langkahnya. 

"Karena saya rasa banyak hal yang dapat saya peroleh di sini. Saya rasa juga saya lebih banyak berbagi dan berguna di sini. Banyak hal yang bisa saya lakukan," bebernya. 

Kebanggan dirasakan Fahmi saat dua siswanya dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). 

Kelulusan siswa dalam seleksi SNBP dilihat dari potensi prestasi akademik siswa. 

"Alhamdulillah ada dua orang siswa kami lulus SNBP di UNM. Ini juga jadi kebanggan bagi kami para guru, sekaligus penyemangat saya bertagan mengajar," beber Fahmi. 

Perempuan kelahiran Kendari itu
Bersama 20 guru lain yakin akan tekadnya dalam mendidik anak bangsa. 

Saat ini Fahmi mengajar mata pelajaran Matematika dan Informatika untuk tiga kelas dengan jumlah siswa berkisar 60 orang. 

"Di sekolah ku ada tiga tingkatan kak masing-masing tingkatan dua kelas. Jadi ada enam kelas tapi sya sendiri mengajar kelas kelas. Dua mapel Matematika dan Informatika," terangnya. 

Fahmi berharap, agar anak didiknya kelak bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa berbicara banyak di masa depan. 

"Harapan juga mungkin untuk Pemda Luwu, agar selalu memerhatikan sekolah terpencil seperti kami. Membantu memfasilitasi, agar kami guru juga bisa maksimal dalam mentransfer ilmu," tutupnya. 

Profil

Nama: Fahmi Rahmasari 

Tempat tanggal lahir: Kendari, 1 April 1999  

Pendidikan Terakhir: 

S1-Pendidikan Matematika UNM (2016) .(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.