Kasus Joki UTBK 2026 Terungkap, Unesa Temukan Manipulasi Foto Peserta
Cak Sur April 21, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 kembali terungkap.

Kali ini, temuan berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang membongkar modus kecurangan dengan memanipulasi identitas peserta.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Prof Dr Martadi M.Sn menjelaskan bahwa pelaku menggunakan identitas milik orang lain, namun mengganti foto pada dokumen resmi.

“Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian,” ungkap Martadi saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (26/4/2026).

Baca juga: Dugaan Joki UTBK 2026 Terungkap di Surabaya, Peserta Gunakan Identitas Berbeda

Terungkap dari Pencocokan Data Lintas Tahun

Menurut Martadi, praktik kecurangan ini terdeteksi setelah panitia melakukan pencocokan data peserta dengan basis data tahun sebelumnya.

“Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu. Ternyata fotonya sama persis, tetapi namanya berbeda. Ini yang kemudian memicu kecurigaan,” jelasnya.

Temuan tersebut, menjadi titik awal penelusuran lebih lanjut hingga panitia memastikan adanya indikasi kuat praktik perjokian. Bahkan, hasil verifikasi ke sekolah asal menunjukkan bahwa foto pada dokumen tidak sesuai dengan identitas asli peserta.

Pelaku Sempat Ikut Ujian, Kini Ditangani Polisi

Pelaku diketahui sempat mengikuti ujian sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan oleh panitia.

“Sekarang sedang diproses di kepolisian, sementara ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut,” tambah Martadi.

Dari hasil sementara, kasus ini melibatkan dugaan pemalsuan dokumen penting, termasuk KTP dan ijazah.

Diduga Bagian dari Jaringan Nasional

Panitia menduga praktik ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari jaringan perjokian yang lebih luas, karena ditemukan indikasi serupa di sejumlah wilayah.

Peserta yang terlibat diketahui mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang, salah satu program studi dengan tingkat persaingan tinggi dalam UTBK.

Kasus ini  menjadi perhatian serius, karena berpotensi merusak integritas sistem seleksi nasional.

Penguatan pengawasan dan verifikasi data peserta, dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah praktik serupa terulang di masa mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.