Maling Motor Tewas Diamuk Massa di Kebayoran Lama Spesialis Angka 7, Begini Modus Uniknya
Hironimus Rama April 21, 2026 06:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Nasib nahas menimpa seorang pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pria tanpa identitas tersebut tewas usai menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan aksinya pada Jumat (17/4/2026).

Usut punya usut, pelaku ternyata bukanlah pemain baru. Ia dijuluki sebagai maling 'Spesialis Angka 7' lantaran memiliki pola waktu yang sangat unik dan terencana saat beraksi di lingkungan warga Jalan Haji Jiban dan Haji Salihun, Kelurahan Grogol Selatan.

Baca juga: Diduga Hendak Mencuri Motor, Seorang Pria Tewas Dihajar Massa di Kebayoran Lama

Ketua RT 006 RW 001, Atang Suratman, mengungkapkan bahwa pelaku tercatat sudah tiga kali melancarkan aksinya di wilayah tersebut. Anehnya, aksi kejahatan itu selalu dilakukan pada tanggal yang berakhiran angka tujuh.

“Di RT saya sudah terjadi tiga kali curanmor. Kejadiannya itu ada di tanggal yang mengandung angka 7,” ujar Atang saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2026).

Terekam CCTV dan Ditangkap Warga

Sepak terjang pelaku akhirnya terhenti pada Jumat (17/4/2026) dini hari. Keresahan warga yang sebelumnya telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) membuahkan hasil.

Warga menyebarkan tangkapan layar wajah pelaku dan menempelkannya di berbagai sudut gang sebagai bentuk kewaspadaan.

Pelaku akhirnya tertangkap basah, namun kali ini ia diamankan saat berada di lingkungan RT 008. Saat digeledah, kecurigaan warga terbukti. Pelaku kedapatan membawa sejumlah peralatan yang identik dengan alat kejahatan curanmor.

“Yang terlihat, pelaku membawa kunci T sama kunci-kunci serep gitu," kata Atang.

Berkaca dari kejadian yang terus berulang, Atang pun langsung mengimbau warganya untuk lebih memperketat keamanan kendaraan pribadi.

"Saya sudah minta warga untuk pasang kunci pengaman, agar enggak kejadian lagi," tuturnya.

Akhir Tragis Pelaku

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, mengonfirmasi peristiwa main hakim sendiri tersebut. Pihaknya turun tangan tak lama setelah pelaku diamankan oleh warga pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Piket fungsi Kebayoran Lama menerima laporan adanya orang yang diduga pelaku kejahatan diamankan warga. Saat petugas sampai di lokasi, kondisi yang bersangkutan sudah mengalami luka lebam,” ujarnya, Selasa.

Polisi langsung menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, di antaranya kunci leter T, satu mata kunci, lima kunci sepeda motor, dan jaket yang dikenakannya.

Dari hasil pencocokan rekaman CCTV, polisi membenarkan bahwa pelaku telah beraksi pada tanggal 17 Maret, 7 April, dan 17 April (yang semuanya berakhiran angka 7). Bahkan, pelaku tampak mengenakan pakaian yang sama dengan aksinya terdahulu.

"Dari rekaman CCTV pada kejadian tanggal 17 Maret dan 7 April, nampak pelaku menggunakan jaket dan sweater yang sama dengan yang ditemukan saat penangkapan. Wajahnya pun teridentifikasi identik dengan orang yang diamankan," jelas AKP Joko Adi.

"Warga mengenali wajah tersebut karena fotonya sudah ditempel di gang-gang dengan keterangan waspada pelaku curanmor. Itulah mengapa saat dia muncul kembali, warga langsung sigap mengamankan," tambahnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami pola unik pelaku dan menyelidiki kemungkinan adanya jaringan sindikat lain di belakangnya.

Namun sayang, proses penyelidikan harus menemui jalan buntu karena pelaku akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati akibat luka parah yang dideritanya usai diamuk massa. Pihak kepolisian kini masih berupaya mencari dan menghubungi pihak keluarga untuk proses penyerahan jenazah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.