Jembatan Bambu Ayah Kebumen Ambrol, Ibu dan Anak Terjun ke Sungai
Daniel Ari Purnomo April 21, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Nasib nahas menimpa dua orang warga yang tengah melintas hingga terjatuh ke dasar sungai seusai sebuah jembatan bambu di Desa Jintung, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen mendadak mengalami ambrol.

Kejadian tersebut bermula saat seorang ibu bernama Jaryanti dan anaknya yang baru duduk di bangku kelas 2 SD tengah melintasi jembatan itu. Mereka saat itu dalam perjalanan pulang dari area sekolahan pada Senin (20/4/2026).

Ibu Dirawat Intensif

Baca juga: Jalur Prupuk-Linggapura Dipastikan Aman Dilewati Kereta Api, Penguatan Jembatan Masih Berlangsung

Kepala Desa (Kades) Jintung, Walim, menyampaikan bahwa Jaryanti saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hal ini lantaran sang ibu mengalami sejumlah luka pasca-terjatuh dari jembatan yang memiliki panjang sekitar 24 meter dan ketinggian tebing tebing sekitar lima meter tersebut.

Beruntung, sang anak secara ajaib selamat tanpa cedera berarti. Kondisi anak tersebut dipastikan sehat dan kini tengah beristirahat memulihkan trauma di rumah keluarganya.

Menurut kacamata Walim, kondisi fisik jembatan nahas tersebut akhir-akhir ini memang sudah sangat memprihatinkan karena banyak materialnya yang telah lapuk dimakan usia. Jembatan tersebut sejatinya merupakan fasilitas penyeberangan darurat dengan struktur tiang cor beton dan badan bentang jalan yang sepenuhnya terbuat dari anyaman bambu.

"Kemarin pagi ada warga yang melintas ke situ, jembatan itu putus sehingga mereka terbawa ambrolan jembatan tersebut," katanya saat dihubungi oleh Tribunbanyumas.com, Selasa (21/4/2026).

Rencana Renovasi Tertunda

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebenarnya pihak desa sudah merancang rencana perbaikan untuk penggantian material bambu jembatan, namun niat tersebut urung terlaksana hingga kejadian ini terjadi. Jembatan darurat dari bambu itu diketahui dibangun sendiri oleh warga secara gotong royong sejak hampir tiga tahun yang lalu.

Walim mengungkapkan bahwa urgensi jembatan itu sangat vital, lantaran merupakan akses utama penghubung antar-dusun dan bahkan antar-desa. Meskipun masih ada alternatif jalur akses jalan lain, ia menerangkan bahwa warga harus menempuh rute memutar dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dan memakan waktu.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap ada perhatian dan kepedulian nyata dari unsur pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kebumen untuk mengalokasikan anggaran guna merenovasi jembatan tersebut menjadi bangunan permanen.

Warga Cepat Menolong

Di sisi lain, salah seorang warga setempat yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi, Jugiri (56), mengatakan bahwa warga setempat yang mendengar suara patahan bambu langsung bergegas turun menolong kedua korban pasca-terjatuh ke aliran sungai.

Ia mewakili suara warga sekitar juga menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki fasilitas tersebut demi keselamatan nyawa warga.

"Harapan yang jelas mudah-mudahan cepat dibangun kembali," ungkapnya memungkasi. (Ais)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.