Breaking News: 3 Penyadap Karet di Seluma Disambar Petir, 1 Meninggal Dunia
Rita Lismini April 21, 2026 08:54 PM

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Tiga penyadap karet di area PTPN I Regional 7, Desa Padang Pelawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, tersambar petir, Selasa (21/4/2026) sekira pukul 15.00 WIB.

Akibatnya satu orang pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu Wulan Rahmawati, membenarkan kejadian ini. 

“Benar, ada tiga orang penyadap karet yang tersambar petir saat sedang bekerja di area Afdeling VI PTPN I Regional 7,” ujar Wulan dikonfirmasi Selasa malam (21/4/2026). 

Ketiga korban masing-masing Parlan (37), warga Dusun Perluasan, Kecamatan Sukaraja, Fazrul Hamidi (50), warga Desa Kayu Arang, Kecamatan Sukaraja, serta Idson Susanto (37), warga Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja.

"Dari ketiga korban, Parlan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian," ucap Kapolsek Sukaraja. 

Dijelaskan Kapolsek, peristiwa naas ini terjadi saat ketiga korban sedang menyadap karet di Afdeling VI.

Tiba-tiba hujan turun disertai kilatan petir dan langsung menyambar ketiganya.

Akibat sambaran petir ini, Parlan mengalami luka bakar serius pada bagian kepala dan dada hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka bakar dengan kondisi berbeda.

Fairuz Hamidi mengalami luka bakar di bagian lengan kanan, sedangkan Idson Susanto mengalami luka bakar di lengan kanan dan kaki sebelah kiri.

Usai kejadian, Fairuz Hamidi yang masih dalam kondisi sadar berusaha meminta pertolongan. Ia menuju ke camp karyawan 56 untuk memberi tahu rekan lainnya, Hasan, terkait kejadian tersebut.

“Untuk korban atas nama Idson Susanto langsung kami larikan ke Rumah Sakit M Yunus Bengkulu karena mengalami sesak napas. Saat ini masih mendapatkan perawatan medis,” jelas Wulan.

Sementara itu, untuk jenazah Parlan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka di Dusun Perluasan, Kecamatan Sukaraja, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Menyikapi insiden ini, Kapolsek Sukaraja mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja di area terbuka agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan yang disertai petir.

“Kami mengimbau jika cuaca mulai memburuk disertai petir, sebaiknya aktivitas dihentikan sementara dan mencari tempat yang aman,” pesan Wulan Rahmawati. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.