Persija Jakarta Tetap Termotivasi Meski Laga vs PSIM Yogyakarta Dipindah ke Bali
Yoseph Hary W April 21, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, GIANYAR - Pertandingan kandang PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta pada lanjutan BRI Super League 2025/26 dipastikan mengalami perubahan lokasi. 

Semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (22/4/2026), laga ini kini dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dan akan digelar tanpa kehadiran penonton.

Adaptasi kondisi baru di Bali

Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui adanya perubahan rencana yang cukup mendadak. Timnya semula mempersiapkan diri untuk tampil di Yogyakarta, namun harus beradaptasi dengan kondisi baru di Bali.

“Kita tidak menyangka harus berangkat ke Bali karena awalnya berpikir akan bermain di Yogyakarta. Tapi waktu persiapan yang kita punya sudah dimaksimalkan dengan baik. Kami sangat termotivasi dan tahu betapa pentingnya pertandingan ini,” ujar Mauricio saat konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, bermain di Bali tetap memberi sisi positif, terutama dari kualitas lapangan yang dinilai mendukung gaya bermain tim. Meski begitu, ia menegaskan laga tidak akan mudah karena lawan memiliki organisasi permainan yang solid.

Mauricio juga menyinggung evaluasi dari pertandingan sebelumnya melawan PSBS Biak. Ia menilai timnya sempat tampil menjanjikan di awal laga, namun kehilangan kreativitas saat memasuki area pertahanan lawan.

“Kita sempat bermain bagus selama 15-20 menit dengan intensitas tinggi. Tapi setelah itu, kita kurang kreatif. Terlalu banyak bola lambung ke kotak penalti tanpa penyelesaian yang baik. Ke depan, kita harus lebih variatif dan berani improvisasi,” jelasnya.

Kontrol emosi

Selain aspek teknis, Mauricio turut menyoroti pentingnya kontrol emosi pemain. Ia mengakui Persija kerap dirugikan akibat kartu merah yang berdampak pada hilangnya poin penting sepanjang musim.

“Kami sudah banyak bicara soal kontrol emosi. Saya selalu minta pemain tidak berlebihan dalam protes ke wasit. Mereka harus tetap fokus bermain karena keputusan wasit adalah bagian dari pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu, penyerang Persija, Eksel Runtukahu, memastikan seluruh pemain tetap bertekad meraih kemenangan meski tidak bermain di kandang lawan yang sebenarnya.

“Kami akan tetap memberikan yang terbaik walaupun tidak bermain di Yogyakarta. Target kami jelas, meraih tiga poin dan membawanya pulang ke Jakarta,” ujar Eksel.

Terkait peluang dipanggil ke Timnas Indonesia, Eksel memilih fokus pada tugas utamanya sebagai penyerang.

“Tugas saya mencetak gol. Soal Timnas, itu butuh kerja ekstra. Kalau ada kesempatan, tentu saya akan berikan yang terbaik,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.