NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi secara nasional belum berdampak langsung terhadap masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Hal ini lantaran BBM nonsubsidi untuk masyarakat umum seperti Pertamax dan sejenisnya hingga kini belum tersedia di Natuna.
Warga masih bergantung pada BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar.
Namun, isu kelangkaan BBM turut menjadi perbincangan dan kekhawatiran warga.
Di tengah dinamika harga BBM di sejumlah daerah yang mulai merasakan dampak kenaikan hingga kelangkaan, kondisi di Natuna justru terpantau stabil.
Pantauan Tribunbatam.id, Selasa (21/4/2026), di tiga SPBU di Kota Ranai, yakni SPBU Bandarsyah, SPBU Jalan Datuk Kaya Wan Moh Benteng, dan SPBU Air Lakon, aktivitas pengisian BBM berlangsung normal.
Kendaraan warga tampak keluar masuk untuk mengisi bahan bakar.
Suasana di SPBU juga relatif lengang, dan tidak terlihat adanya antrean panjang.
Untuk BBM yang tersedia, Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Solar Rp6.800 per liter.
“Kalau untuk stok sepertinya masih aman, belum ada yang kosong di SPBU kami. Pertalite dan Solar sementara ini masih tersedia,” ujar salah satu petugas SPBU di Air Lakon.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Natuna, Ade Pranoto, memastikan ketersediaan BBM subsidi di Natuna dalam kondisi aman.
“Kalau untuk stok BBM subsidi di Natuna kita pastikan aman,” ujarnya saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati Natuna, Senin (20/4/2026) kemarin.
Ia menjelaskan, pasokan BBM ke Natuna memang bergantung pada distribusi menggunakan kapal pengangkut.
Namun, sebagai wilayah kepulauan, Natuna menjadi prioritas dalam pemenuhan stok BBM.
“Kita baru saja selesai bongkar kapal beberapa hari lalu, jadi ada tambahan stok. Untuk Solar dan Pertalite subsidi aman,” katanya.
Ade menambahkan, ketahanan stok BBM di Natuna rata-rata 10-15 hari, dengan pasokan yang masuk secara berkala tiap 5-9 hari.
Terkait BBM nonsubsidi, Ade menyebutkan jenis yang tersedia di Natuna saat ini hanya Dexlite, dan penggunaannya bukan untuk masyarakat umum.
“Kalau di Natuna sendiri, BBM nonsubsidi yang ada hanya Dexlite. Itu pun digunakan untuk sektor industri seperti PLN, serta instansi pemerintah maupun vertikal. Kalau masyarakat masih gunakan BBM Subsidi,” ujarnya.
Sejauh ini, kondisi di lapangan juga terpantau kondusif. Belum ditemukan adanya aksi panic buying dari masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Natuna diharapkan tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM, khususnya jenis subsidi yang masih menjadi andalan utama di wilayah perbatasan Natuna. (Tribunbatan.id/birrifikrudin)