Diduga Panik Saat Pintu Digedor, Santri 14 Tahun Tewas Jatuh dari Lantai Dua Pondok Pesantren
Pipit Maulidya April 21, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Seorang santri berinisial MAA (14) meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai dua Pondok Pesantren Al Muhajirin, Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (19/4/2026). Korban diduga panik saat pintu kamar digedor dari luar.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu sore, sekitar pukul 15.00 WIB saat kondisi sedang hujan.

Korban bersama rekannya diduga sedang berkumpul di dalam kamar.

Saat pintu digedor keras oleh santri lain (Z), mereka panik dan mencoba keluar lewat jendela.

Kesaksian Pimpinan Pesantren

Ustad Jamiludin, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin, menjelaskan bahwa korban sebenarnya hanya sedang main setelah selesai mencukur rambut.

Korban merupakan santri dari pondok pesantren lain di sekitar lokasi.

"Awalnya mereka mau cukur rambut, tapi karena penuh akhirnya ke sini. Sebenarnya korban dan temannya sudah selesai dicukur, hanya mengantar saja," ujar Jamiludin (20/4).

Jamiludin menduga kepanikan muncul karena para santri tersebut diduga sedang merokok di dalam kamar yang terkunci.

Saat pintu diketuk keras, mereka memilih jalan pintas lewat jendela.

"Z kemudian menggedor pintu dengan keras. Mungkin karena panik, anak-anak di dalam kamar yang diduga sedang merokok berusaha keluar secara tiba-tiba," ucapnya.

Detik-detik Jatuhnya Korban

Dua santri, LN dan MAA, nekat keluar lewat jendela dan berpijak di genting.

Namun, MAA terjatuh dari ketinggian 4 meter.

"Diduga sempat berjalan di atas genting ke arah pinggir, karena genting yang rusak posisinya tidak persis di depan jendela," kata Jamiludin.

Meski sempat terlihat bernapas saat dievakuasi, nyawa MAA tidak tertolong.

"Saya langsung ke lokasi, sempat memegang bagian belakang kepala korban dan membawanya ke dalam ruangan. Tapi saat diperiksa, sudah dalam kondisi meninggal," ucap Jamiludin.

Baca juga: Iran Tegas Tolak Dialog: Blokade Laut AS Harus Dicabut Sebelum Perundingan Islamabad

Kisah Lainnya

Seorang santri muda dilaporkan meninggal dunia secara tragis. Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat tersetrum aliran listrik saat berada di area Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/2/2026) ini melibatkan seorang remaja berinisial KA yang baru berusia 13 tahun.

Berdasarkan penelusuran SURYA.co.id, KA merupakan santri sekaligus siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs), yaitu lembaga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Korban diketahui berasal dari Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Siapa Pengganti Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam? Anak John Key Siap

Kronologi Kejadian di Lantai Empat

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden bermula saat korban bersama rekan-rekannya tengah beraktivitas di area gedung sekolah.

Berikut kronologi yang dihimpun di lokasi kejadian:

Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya naik ke area lantai empat bangunan ponpes.

Rekan-rekan korban sempat memperingatkan agar KA tidak mendekati area tempat penampungan air atau tandon yang berada di bagian atas bangunan.

Diduga terdapat kabel listrik terbuka atau instalasi yang tidak aman di sekitar tandon tersebut.

Korban diduga tidak sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi, tersengat, hingga akhirnya terjatuh ke area tandon air.
Santri lain yang mendengar kegaduhan segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian kepada pengurus pondok.

Penanganan Medis dan Penyelidikan Polisi

Kapolsek Pungging, Polres Mojokerto, AKP Selimat, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pengurus pondok pesantren sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dari pihak pondok untuk mendalami penyebab pasti meninggalnya korban," jelas AKP Selimat saat ditemui di Polsek Pungging.

Setelah kejadian, pihak ponpes sempat memberikan pertolongan darurat dengan membawa KA ke asrama, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari. Namun, nyawa remaja asal Sidoarjo tersebut tidak dapat diselamatkan.

RSUD Prof dr Soekandar merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Mojokerto yang memiliki fasilitas instalasi gawat darurat (IGD) lengkap. Namun, kondisi korban dilaporkan sudah meninggal dunia saat tiba di lokasi.

Pentingnya Keamanan Instalasi Listrik

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengelola lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren dengan bangunan bertingkat, untuk lebih memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Area tandon air dan instalasi listrik luar ruangan sangat rentan mengalami kerusakan akibat cuaca dan dapat berakibat fatal jika terjadi kontak langsung dengan manusia.

Pengelola sekolah dan wali santri diimbau untuk memastikan:

  • Pengecekan rutin instalasi listrik di area yang mudah dijangkau siswa.
  • Pemberian pembatas fisik pada area teknis seperti tangki air dan gardu listrik.
  • Edukasi berkelanjutan mengenai bahaya listrik bagi santri usia remaja.

Kasus ini kini dalam penanganan jajaran Polsek Pungging untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas bangunan di lingkungan ponpes tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.