Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Aksi penjambretan gagal terjadi di wilayah Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa (21/4/2026). Ini setelah seorang pedagang Sugi Tuti berhasil mempertahankan tas selempangnya dari penjambret.
Tas pedagang berusia 60 tahun itu berisi uang puluhan juta rupiah berhasil diamankan saat pelaku berusaha merampas di pinggir jalan raya Bungkal–Ngrayun, Desa Kalisat, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jatim.
“Ada aksi percobaan penjambretan. Tetapi tidak berhasil. Nenek berusia 60 tahun ini bisa mempertahankan tas, sehingga uang tidak lenyap,” ungkap Kapolsek Bungkal, AKP M. Anwar Fatoni, Senin.
Dari kronologi yang ada bahwa korban datang bersama Agus Santoso selaku sopir di Jalan Raya Bungkal-Ngrayun. Korban memang akan membeli jagung warga setempat.
“Pasca menurunkan korban dan timbangan, sopir kemudian memarkirkan truk di sebelah utara yang berjarak kurang lebih 20 meter dari tempat kejadian,” katanya.
Baca juga: Refleksi Hari Kartini, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita Ungkap Tantangan Perempuan Jadi Pemimpin
Saat sopir memarkir truk, saksi 1 bernama Karim mendengar ada teriakan minta tolong dari korban yang teriak ada jambret, mendengar teriakan korban saksi 1 bergegas turun dari mobil yang saat itu berada di utara dari tempat kejadian percobaan penjambretan
Saksi 1 lari menghampiri korban yang saat itu masih berteriak ada jambret dan dalam posisi tengkurap sambil mengamankan tas milik korban yang berisikan uang kurang lebih Rp. 60.000.000; ( enam puluh juta rupiah ) yang masih bisa di selamatkan oleh korban dengan cara di pegang erat saat pelaku menarik tali serempang dari tas tersebut.
Kemudian saksi 1 lari untuk berusaha mengejar yang diduga pelaku percobaan penjambretan tersebut tetapi yang diduga pelaku percobaan penjambretan tersebut kabur ke arah selatan menggunakan sepeda motor yang diparkir dekat tempat kejadian percobaan penjambretan tersebut.
“Tak lama sopir korban bersama warga sekitar yang mendengar teriakan korban ke lokasi percobaan penjambretan untuk berusaha menolong korban,” urainya,
Saat ini, pihak korp bhayangkara masih melakukan lidik. “Berbekal beberapa rekaman CCTV yang telah kami sita,” tegasnya.
Satu diantara warga, Santo menyatakan tidak mengetahui pasti bagaimana kejadiannya. Namun dia mengaku mendengar teriakan korban.
“Iya pagi tadi ada teriakan minta tolong. Pagi-pagi banget. Punya mbah Suti. Tapi katanya selamat, uangnya juga gagal dijambret," pungkasnya