TRIBUN-BALI.COM - Pemain muda Fadly Alberto mengungkapkan penyesalannya seusai melakukan tindakan ceroboh.
Pemain depan Bhayangkara FC U-20 tersebut berjanji tidak akan mengulangi lagi sikap yang mencerminkan perilaku pemain sepak bola profesional.
Ini setelah Fadly Alberto mendapat sorotan tajam di media sosial setelah melakukan tendangan Kungfu ke salah satu penggawa Dewa United U-20.
Peristiwa miris ini terjadi laga pekan ke-32 Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4). Fadly Alberto meminta maaf karena perilakunya menimbulkan momen yang sangat merugikan untuk sepak bola Indonesia.
Baca juga: JANSEN Tak Setuju, Regulasi U-23 Dihapus Musim Depan? Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda
Baca juga: JANSEN Tak Setuju, Regulasi U-23 Dihapus Musim Depan? Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda
Ia berharap Dewa United U-20 baik itu ofisial pelatih, pemain, dan manajemen bisa memaafkannya.
"Dengan sadar saya memohon maaf atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United U-20," kata Fadly Alberto, Senin (20/4).
Secara khusus, pemain asal Timika, Papua Barat, itu meminta maaf kepada pemain Dewa United U-20, Nur Cholis, yang telah menjadi korban kekerasannya. Badan belakang Nur Cholis ditendang kungfu oleh Fadly Alberto hingga terjatuh.
"Secara khusus, saya minta maaf kepada rekan Nur Cholis dan juga tim Dewa United U-20 atas perbuatan buruk saya menendang dia," kata Fadly Alberto.
Permohonan maaf juga disampaikan oleh Fadly Alberto kepada manajemen Bhayangkara FC U-20. Ia berharap pimpinan, manajemen, pelatih, dan pemain bisa memaafkannya.
Perilaku buruk itu telah membuat pelatih timnas U-19 Indonesia, Nova Arianto, mencoretnya. Fadly Alberto dipastikan tidak akan membela timnas U-19 Indonesia di Piala AFF U-19 2026 pada Juni mendatang.
Fadly Alberto merupakan pemain penting timnas usia muda. Namanya menjadi roh permainan timnas U-17 Indonesia kalah berlaga di Piala Dunia U-17 2025.
"Untuk timnas Indonesia, saya minta maaf atas perbuatan yang sudah mencoreng nama baik timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia, saya juga meminta maaf atas kegaduhan tindakan ini," kata Fadly Alberto.
Pemain yang tinggal di Bojonegoro, Jawa Timur, itu mengambil hikmah atas kejadian tersebut. Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan merugikan banyak pihak.
"Semoga tindakan saya ini memberikan pelajaran yang baik untuk saya ke depannya. Saya harus bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik lagi," kata Fadly Alberto.
Kini, Fadly Alberto siap menerima sanksi berat dari Komdis PSSI. Salah satunya larangan bermain sepak bola seumur hidup di Indonesia. "Saya siap menerima sanksi setimpal atas perbuatan saya. Saya berjanji tidak akan melakukan tindakan itu. Sekian permohonan maaf saya," tutup Fadly Alberto. (BolaSport)