10.921 Siswa SD Ikuti TKA, Tidak Menentukan Kelulusan, Tapi Dipakai untuk Seleksi SMP
Anak Agung Seri Kusniarti April 21, 2026 09:40 PM

TRIBUN-BALI.COM - Siswa SD di Kabupaten Buleleng untuk pertama kalinya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Walaupun tidak menentukan kelulusan, namun hasil TKA digunakan untuk seleksi masuk SMP. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai tanggal 20-30 April 2026. Tiap gelombang digelar selama dua hari. Di mana untuk hari pertama, materi tes berupa Matematika, Numerasi, dan Survei Karakter. Sedangkan hari kedua Bahasa Indonesia, Literasi dan Survei Lingkungan Belajar.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan TKA merupakan hal baru dan pertama kali dilaksanakan. Di Buleleng, untuk jenjang SD partisipasinya mencapai 99,8 persen. Di mana dari total 465 sekolah negeri dan swasta, yang mengikuti TKA ada 464 sekolah. "Satu sekolah yakni SD Jendela Dunia tidak ikut karena belum memiliki kelas 6," ucapnya, Selasa (21/4). 

Baca juga: DUGAAN Perilaku Tak Senonoh Guru ke Siswa Tersebar Luas di Jembrana dalam Sebuah Pesan, Kini Dicek!

Baca juga: AKSI Nekat Siswi SD Lompat dari Lantai 3 Pasar Serangan Viral di Medsos, Polisi Selidki Motif Korban

Sementara partisipasi dari sisi peserta didik mencapai 99,7 persen. Di mana dari total 10.921 peserta, yang mengikuti TKA sebanyak 10.886 peserta. "Selisih 35 orang yang tidak ikut karena alasan psikologis dan kesiapan fisik," sebutnya. 

Meski menjadi program baru, Surya Bharata menegaskan TKA saat ini belum bersifat wajib. Hal tersebut mengacu pada ketentuan dalam Permendikdasmen yang menyebutkan peserta didik 'dapat' mengikuti TKA.

Kendati demikian, hasil TKA memiliki peran dalam sistem penerimaan siswa baru (SPMB) jenjang SMP, khususnya pada sub jalur prestasi. "Kan di jalur prestasi dibagi jadi prestasi akademik, non-akademik, nilai rapor, kemudian nilai TKA. Jadi nanti hasil TKA SD itu akan menjadi salah satu prasyarat untuk jalur prestasi dalam mencari sekolah di jenjang SMP," jelasnya.

Surya Bharata juga mengakui, secara fungsi TKA memiliki kemiripan dengan nilai ujian akhir pada masa lalu. Meski begitu, ia menekankan tujuan utama TKA adalah untuk memotret capaian literasi dan numerasi siswa.

"Tidak ada batas nilai minimal dan tidak mempengaruhi kelulusan. Ini untuk mengetahui standar capaian peserta didik," tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, TKA dilakukan secara berbasis komputer menggunakan laptop atau Chromebook. Hasilnya berupa sertifikat yang diterbitkan langsung oleh pusat melalui sistem.

Sementara itu, pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP telah berjalan. Namun terdapat 46 siswa yang tidak hadir dan dijadwalkan mengikuti ujian susulan.

Terkait kendala, Disdikpora memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar. Berbagai potensi hambatan seperti jaringan internet dan listrik telah diantisipasi melalui koordinasi dengan penyedia layanan serta PLN.

 "Kalau pun ada kendala teknis seperti error sistem atau logout otomatis, itu juga sudah kita mitigasi agar siswa tidak panik," pungkasnya. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.