Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg di Bengkulu Naik, Bikin Konsumen Urung Beli
Rita Lismini April 21, 2026 09:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kenaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) non-subsidi mulai dirasakan masyarakat di Kota Bengkulu.

Tabung LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram mengalami kenaikan sejak 18 April 2026.

Pemilik pangkalan gas LPG di Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Irma, mengatakan kenaikan harga mencapai hampir Rp3.000 per kilogram.

“Kalau untuk kisarannya sekitar hampir Rp3.000 per kilogram,” ujar Irma kepada TribunBengkulu.com, Selasa (21/4/2026).

Irma menjelaskan, sebelum kenaikan, LPG 5,5 kilogram dijual sekitar Rp95 ribu per tabung. Kini naik menjadi Rp115 ribu.

“Yang ukuran 5,5 kilogram sebelumnya sekitar Rp95 ribu, sekarang menjadi Rp115 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, LPG 12 kilogram sebelumnya dijual Rp194 ribu, sempat naik menjadi Rp200 ribu, dan kini mencapai Rp235 ribu per tabung.

“Kalau yang 12 kilogram, sebelumnya Rp194 ribu, lalu naik Rp200 ribu, sekarang jadi Rp235 ribu,” tambah Irma.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga tersebut sempat membuat sebagian konsumen mengeluh dan ada yang batal membeli.

“Kalau yang mengeluh ada, biasanya mereka jadi tidak jadi beli setelah tahu harganya naik,” katanya.

Namun menurutnya, kondisi itu biasanya hanya terjadi pada awal kenaikan harga dan akan kembali normal seiring waktu.

“Biasanya di awal-awal saja seperti itu, nanti juga akan kembali seperti biasa,” ujarnya.

Irma menyebut, konsumen LPG non-subsidi di pangkalannya didominasi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

“Kalau di sini masih banyak yang pakai non-subsidi. Rumah tangga ada, pedagang juga ada. Untuk pedagang biasanya pakai yang 5,5 kilogram,” jelasnya.

Sementara LPG 12 kilogram umumnya digunakan pelaku usaha kuliner dengan kebutuhan gas lebih besar.

“Kalau yang 12 kilogram biasanya untuk usaha kuliner,” tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.