TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi mantan karyawan Fuji melakukan penggelapan hingga sang selebgram rugi miliaran rupiah.
Pelaku bahkan membeli mobil untuk mantan kekasihnya.
Fuji pun mengaku kecewa apalagi selama ini karyawan yang bertugas sebagai admin itu sudah digaji belasan juta.
Baca juga: Pacaran Tunjukkan Slip Gaji, Rully Malah tak Beri Boiyen Uang Setelah Menikah: Nafkah Saya Sendiri
Baru-baru ini, Fujianti Utami Putri atau Fuji mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (20/4/2026).
Kedatangannya untuk menindaklanjuti laporan dugaan penggelapan uang yang melibatkan seorang admin.
Kasus ini terungkap setelah adanya aliran dana hingga miliaran rupiah yang diduga tidak masuk ke rekening Fuji.
Perempuan berusia 23 tahun itu menyebut, uang hasil kerja kerasnya justru digunakan oleh pelaku untuk kepentingan pribadi.
Baca juga: Jaga Swasembada Pangan, Bupati Franc Tumanggor Hadiri Rakornas Bersama Kementerian Pertanian
Salah satu yang disorot adalah dugaan pembelian mobil baru untuk kekasih mantan karyawan tersebut.
"Uangnya untuk kayaknya seinget aku dia pernah beliin mobil ke mantannya ya," kata Fuji.
Fuji menegaskan bahwa uang tersebut merupakan uang haram karena diambil tanpa izin.
Ia pun berharap pihak yang menerima mobil itu memiliki itikad baik untuk mengembalikannya.
"Jadi mobilnya tuh masih ada di mantannya, untuk mantannya siapa tahu nonton ya, siapa tahu berbaik hati dibalikin gitu loh," ujar adik mendiang Bibi Ardiansyah tersebut.
Baca juga: Lirik Lagu Batak Dongan Sonang Dibagas Dosa Dipopulerkan oleh Artha Sister
Ia juga mengaku heran dengan motif penggelapan itu, mengingat selama ini dirinya merasa telah memberikan upah yang layak kepada pelaku.
"Kalau digabung gaji dan bonus, sampai dua digit," ungkap Fuji.
Bahkan, Fuji merinci bahwa gaji pokok mantan admin tersebut mencapai belasan juta rupiah, yang diberikan secara rutin selama 1,5 tahun masa kerja.
"Bukan maksudnya ngerendahin ya, dikarenakan sebenarnya gaji dia juga udah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana," tambahnya lagi.
Kerugian yang dialami Fuji tidak hanya sebatas materi. Ia menyebut total uang yang dibawa kabur mencapai angka miliaran rupiah dari hasil kerja sama iklan atau endorsement.
"Totalnya uangnya empat digit, miliaran rupiah," kata selebgram yang memiliki 21 tahun pengikut tersebut.
Selain kerugian finansial, mental Fuji juga ikut terganggu akibat pengkhianatan ini.
Ia mengaku sempat mengalami depresi berat hingga terpikir untuk mencari bantuan profesional.
"Kena mental banget, saya sampai mau menghubungi psikiater. Saya depresi banget karena masalah ini, semua teman saya yang menyembuhkan saya," akunya.
Fuji merasa sangat terpukul karena pelaku memiliki akses penuh terhadap akun media sosial pribadinya.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Motor Giring Giring Dipopulerkan oleh Harto Tarigan
Selama bekerja, sang mantan admin mengetahui segala aktivitas harian dan lokasi keberadaan Fuji.
"Dia bisa tahu keberadaan saya, saya ngapain sama siapa, padahal gajinya belasan juta selama 1,5 tahun kerja sama saya," jelasnya.
Situasi semakin sulit ketika pelaku diduga melakukan sabotase sebelum berhenti bekerja.
Pelaku melakukan reset total pada handphone kerja milik Fuji yang mengakibatkan hilangnya data komunikasi dengan berbagai pihak.
"Bahkan kemarin tuh handphone-nya itu direset sama dia, jadi kerjaan aku terbengkalai semuanya," keluh Fuji.
Penghapusan data tersebut dilakukan dengan sangat rapi hingga bersih tanpa sisa.
Mulai dari isi galeri hingga ribuan percakapan di aplikasi WhatsApp hilang seketika.
"Bener-bener ratusan bahkan mungkin ribuan chat hilang, WhatsApp-nya hilang. Jadi aku harus satu per satu reach out lagi ke brand-brand-nya," tuturnya.
Hal ini membuat nama baik Fuji di mata klien atau brand ikut terancam karena komunikasi yang terputus secara mendadak.
Ia pun merasa sangat pusing harus memulai koordinasi pekerjaan dari awal lagi.
Dalam proses hukum yang sedang berjalan, Fuji juga memberikan pesan menohok kepada keluarga pelaku.
Ia meminta orang tua sang mantan karyawan agar memberikan pendidikan moral yang lebih baik kepada anaknya.
"Bu anaknya dididik lagi ya, anaknya kurang bersyukur. Tolong diurus supaya nggak jahatin orang," ucap Fuji.
Laporan ini sebenarnya sudah diajukan Fuji sejak Mei 2025 lalu.
Pelaku diduga menggunakan modus gali lubang tutup lubang selama hampir dua tahun untuk menutupi aksinya.
Modus tersebut dilakukan dengan cara memanipulasi bukti transfer agar terlihat seolah-olah pembayaran dari brand sudah lunas.
Kecurigaan Fuji muncul setelah mengetahui bahwa nominal yang masuk tidak sesuai dengan standar harga atau rate card yang ia tetapkan.
Fuji kini menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
Ia berharap ada keadilan atas penipuan, pengambilan barang, serta serangan mental yang ia terima selama ini.
(*/ Tribun-medan.com)