TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, diikuti peserta disabilitas yang menjalani ujian di hari pertama, Selasa (21/4/2026).
Tiga peserta disabilitas yang mengikuti ujian tersebut adalah Yogi Ardiansyah, Carissa Vania Artamevira, dan Muhammad Derbian Dwi Putra. Mereka menjalani UTBK di Gedung LPMPP Unej pada sesi pertama dengan semangat untuk lolos ke perguruan tinggi negeri.
Derbian, peserta asal Kecamatan Maesan, Bondowoso, bahkan harus berangkat sejak dini hari demi mengikuti ujian tepat waktu.
“Berangkat jam 5 pagi, diantar naik sepeda motor,” ujarnya usai ujian.
Baca juga: Tragis, Bocah di Jember Tewas Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan di Atap Toko
Ia menargetkan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP Unej.
Sementara itu, Yogi Ardiansyah dari Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jember, memilih Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer Unej. Meski memiliki keterbatasan fisik (disabilitas daksa), ia mengaku proses ujian berjalan baik.
“Pelaksanaan lancar, ya ada yang tidak bisa sih. Tetapi pelaksanaan lancar. Lokasi juga tidak menyulitkan kami,” kata Yogi.
Ia juga menilai fasilitas kampus cukup ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk keberadaan lift yang memudahkan akses ke ruang ujian di lantai tiga.
“Sebenarnya pakai tongkat cukup, karena saya sehari-hari mampu juga, asalkan tidak naik turun tangga, masih aman. Fasilitasnya sudah inklusif,” tegasnya.
Peserta lainnya, Vania, merupakan penyandang disabilitas pendengaran yang mengikuti ujian dengan bantuan alat dengar. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti selama ujian berlangsung.
Baca juga: Revitalisasi Street Food Jl Kartini Jember Ditarget Rampung Akhir 2026
“Saya tadi juga lancar,” ujarnya.
Sebelum ujian dimulai, pengawas sempat memeriksa alat bantu dengar yang digunakan. Vania juga tidak memerlukan juru bahasa isyarat selama proses berlangsung. Ia menargetkan lolos ke Program Studi Psikologi.
Ketiganya memiliki harapan yang sama, yakni berhasil lolos seleksi dan melanjutkan pendidikan di jurusan yang diimpikan.
Baca juga: Kondisi Pasar Tradisional di Jember Memprihatinkan, Tapi Ditarget PAD Optimal
Ketua Pusat UTBK Unej, Prof. Slamin, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama berjalan tertib dan lancar. Peserta sudah mulai datang sejak pukul 05.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan di gerbang utama sebelum diarahkan ke ruang transit dan ujian.
“Manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci kelancaran alur masuk peserta sehingga suasana ujian tetap kondusif. Selain kelancaran teknis, kami juga melakukan langkah preventif ketat untuk menjaga integritas ujian melalui pengawasan identitas dan pemantauan traffic data secara real-time guna mengantisipasi anomali. So far so good, tidak ditemukan kecurangan pada hari pertama,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah peserta UTBK SNBT di Unej mencapai 13.311 orang. Ujian dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 secara bertahap.
Untuk mendukung pelaksanaan, panitia menyediakan 955 unit komputer yang tersebar di 31 ruang ujian di 20 lokasi kampus. Selain itu, terdapat 16 pengawas dan 49 teknisi teknologi informasi yang memastikan kelancaran ujian.