Lonjakan Permintaan LPG Non Subsidi di Lumajang Picu Kelangkaan, Ini Penyebabnya
Haorrahman April 21, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kelangkaan tabung LPG non subsidi mulai terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kondisi ini dipicu lonjakan permintaan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Pemkab Lumajang, Bonni Momenta, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari agen penyalur, permintaan LPG non subsidi meningkat hingga 100 persen.

Menurut Bonni, lonjakan ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang melarang masyarakat ekonomi menengah ke atas serta pelaku usaha menggunakan LPG bersubsidi.

"Masyarakat yang tidak boleh menggunakan elpiji subsidi beralih ke non subsidi. Jadi permintaan LPG non subsidi meningkat," ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Pertamina Pastikan LPG Non Subsidi Aman dan Mencukupi Kebutuhan Masyarakat di Wilayah Tapal Kuda

Peralihan konsumsi tersebut membuat kebutuhan LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram meningkat tajam. Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi kekurangan pasokan.

"Kami juga sudah minta pasokan untuk LPG non subsidi. Terus kami juga telah ngecek stok," jelasnya.

Selain peningkatan permintaan, keterbatasan distribusi juga menjadi faktor penyebab kelangkaan. Di Lumajang, saat ini hanya terdapat satu agen resmi penyalur LPG non subsidi.

Bonni menjelaskan, sebelumnya penggunaan LPG non subsidi memang terbatas pada kalangan tertentu seperti restoran besar dan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun kini, cakupan pengguna semakin luas.

"Karena sebelumnya sedikit yang gunakan LPG non subsidi, seperti resto besar dan dapur MBG," katanya.

Baca juga: Harga LPG Mahal, Pelaku Usaha di Bondowoso Siap-Siap Naikkan Harga

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah institusi, termasuk anggota TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai beralih menggunakan LPG non subsidi seiring adanya imbauan dari pemerintah.

"Info TNI juga beralih ke non subsidi, begitu juga kami ada imbauan khususnya yang PNS juga untuk gunakan non subsidi," imbuhnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rehadi, membenarkan peningkatan permintaan di lapangan.

"Betul pantauan di lapangan, ada peningkatan permintaan," ujarnya melalui pesan singkat.

Meski demikian, hingga saat ini Pertamina belum menambah kuota LPG non subsidi untuk wilayah Lumajang. Penyesuaian pasokan masih menunggu perhitungan kebutuhan yang lebih akurat.

"Menyesuaikan kebutuhan," kata Ahad singkat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.