Enam Laga Sisa, Persija Hadapi PR Ganda: Raih Kemenangan dan Jaga Emosi Pemain
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persija Jakarta menatap enam laga sisa Super League 2025/2026 dengan ambisi besar untuk terus meraih kemenangan demi menjaga peluang juara.
Saat ini, Macan Kemayoran berada di peringkat ketiga klasemen dengan 58 poin, tertinggal dari Persib Bandung (65 poin) di puncak dan Borneo FC (63 poin) di posisi kedua.
Baca juga: Pelatih Persija Ikut Geram Lihat Tendangan Kungfu di EPA U20: Mereka Bukan Bocah Lagi!
Meski masih memiliki kans, Persija juga harus berharap hasil dari para pesaingnya.
Namun, di luar strategi teknis, pelatih Mauricio Souza menegaskan ada pekerjaan rumah penting yang harus segera dibenahi, yakni mengontrol emosi pemain di lapangan.
Menurut Mauricio, masalah disiplin kerap merugikan tim sepanjang musim ini.
Persija beberapa kali kehilangan pemain penting akibat akumulasi kartu, yang berdampak pada performa tim.
“Saya sudah bicara dengan para pemain tentang situasi ini. Kita harus bisa mengontrol emosi di lapangan, karena kalau tidak, kita bisa sangat dirugikan dalam kompetisi ini,” ujar Mauricio, Selasa (21/4/2026).
Mauricio mencontohkan sejumlah kartu yang didapat pemain, termasuk kartu merah, membuat Persija kehilangan poin penting.
Bahkan, ia menilai posisi tim di klasemen bisa lebih baik jika masalah tersebut dapat diminimalisir sejak awal.
“Kita banyak mendapat kartu dalam kompetisi ini. Karena itu juga kita kehilangan beberapa poin. Kalau situasi itu tidak terjadi, mungkin posisi kita bisa lebih baik,” terangnya.
Salah satu pemain yang terdampak adalah Allano Lima.
Gelandang asal Brasil itu telah mengoleksi 13 kartu kuning musim ini, yang membuatnya harus absen di beberapa laga krusial, seperti saat menghadapi Malut United, Persik Kediri, Arema FC, hingga Dewa United.
Mauricio juga mengingatkan para pemain untuk tidak terpancing emosi, termasuk saat berinteraksi dengan wasit di Lapangan.
“Kami sudah bicara soal wasit. Mereka ada di lapangan untuk bekerja seperti kita. Apapun keputusan yang diambil, kita harus tetap fokus menjalankan tugas,” ujar Mauricio.
Sementara itu, pemain Persija, Eksel Runtukahu, menilai pengendalian emosi menjadi kunci agar tim tidak kembali dirugikan oleh insiden yang tidak perlu.
"Menurut saya harus lebih tenang, lebih sabar, dan bisa mengatur emosi supaya pertandingan berjalan baik. Jangan sampai ada insiden seperti yang terjadi sebelumnya, karena itu merugikan semua pihak,” ujar Eksel.
Ia juga menyoroti pentingnya memberi contoh yang baik, mengingat banyak pemain muda yang menyaksikan pertandingan sepakbola Indonesia.
“Banyak anak-anak muda yang melihat. Jadi kita harus bisa menunjukkan sikap yang baik di lapangan,” pungkasnya.
Kini, Persija Jakarta bersiap melakoni laga away ke markas PSIM Yogyakarta pada pertandingan pekan ke-29 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026).