Cerita Wanita Punya Bayi Kembar di Usia 41 usai 8 Kali IVF dan Keguguran
GH News April 21, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Perjuangan panjang pasangan di Singapura untuk memiliki momongan akhirnya berbuah manis. Setelah 14 tahun menanti, melewati delapan siklus fertilisasi in vitro (IVF), lima kali keguguran, hingga berjuang melawan kanker payudara, wanita ini akhirnya melahirkan bayi kembar di usia 41 tahun.

Pada Maret 2026, pasangan bernama Josephine Foong dan Winston Yip, menyambut kelahiran dua putri kembar yakni Annette dan Anya.

"Sungguh menyenangkan akhirnya bisa melihat mereka," ucap Foong yang dikutip dari .

Berbeda dengan sebagian perempuan yang baru merencanakan kehamilan di usia 40-an, Foong sebenarnya mulai mencoba punya anak tak lama setelah menikah. Saat itu, ia berusia 25 tahun sementara suami 26 tahun.

"Saya tidak sangat ingin memiliki anak, tetapi saya melihat betapa suami saya menyukai anak-anak dan menikmati kebersamaan dengan anak-anak. Jadi, saya ingin melakukan sesuatu agar ia dapat merasakan menjadi seorang ayah," bebernya.

Seiring berjalannya waktu, Foong juga menyadari bahwa dirinya ingin menjadi seorang ibu. Tetapi, ternyata perjalanan itu tidak mudah.

Setelah beberapa tahun mencoba tanpa hasil, Foong didiagnosis mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS). Itu merupakan kondisi gangguan hormonal yang dapat memengaruhi kesuburan.

Dokter sempat memberinya obat kesuburan dan menjalani prosedur inseminasi intrauterin. Sayangnya, upaya tersebut gagal.

Ia lalu menjalani beberapa siklus IVF, tetapi berulang kali mengalami keguguran.

"Saya sangat terpukul secara emosional setelah keguguran. Dan dokter tidak memiliki jawaban (mengapa saya mengalaminya)," tutur Foong.

Foong mengaku masa itu sangat berat. Ia sulit melihat orang-orang di sekitarnya menjadi orang tua, sementara dirinya masih berjuang dengan infertilitas.

Selama 4-5 tahun, ia bahkan memilih untuk tidak menghadiri acara baby shower.

"Saya senang untuk teman-teman saya, tetapi sedih untuk diri saya sendiri," katanya.

Didiagnosis Kanker Payudara Stadium 2

Cobaan belum berhenti karena pada 2021, Foong didiagnosis mengidap kanker payudara stadium 2. Kondisi tersebut menjadi pukulan baru sekaligus menunda rencana memiliki anak.

Meski begitu, ia mendapat dukungan dari komunitas Fertility Support SG, kelompok nirlaba yang membantu perempuan dengan masalah kesuburan, keguguran, dan kanker payudara.

Selama tiga tahun berikutnya, Foong menghentikan program kehamilan demi fokus menjalani pengobatan kanker. Ia baru kembali mencoba pada 2024 setelah mendapat izin dari dokter.

Siklus IVF pertama setelah pengobatan kanker kembali gagal. Pasangan itu lalu memutuskan mencoba sekali lagi dengan dua embrio beku terakhir yang mereka miliki.

Artinya, itu menjadi siklus IVF kedelapan sekaligus upaya terakhir mereka.

"Kami memiliki pemahaman bersama bahwa jika dua embrio terakhir tidak berhasil, kami akan menyerah. Di sinilah kami akan mengakhiri perjalanan (kesuburan) kami," ungkap Foong.

Ketakutan Akan Keguguran Lagi

Pada awal kehamilan, Foong mengaku dihantui rasa takut akan keguguran lagi. Tetapi, kecemasan itu perlahan mereda seiring perkembangan janin.

Bayi kembar mereka lahir prematur pada usia kehamilan 31 minggu. Keduanya harus menjalani perawatan lebih dari sebulan di rumah sakit, karena membutuhkan dukungan oksigen dan penanganan lainnya.

Winston Yip mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menjadi ayah.

"Saya merasa sangat gembira karena kami memiliki anak kembar, tetapi saya tidak mengeluh. Saya sangat bahagia dan sangat bersyukur," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.