TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan calon mahasiswa baru mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (21/4/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan UTBK-SBNT itu, mereka hadir satu jam sebelum jadwal tes sesi kedua dimulai. Suasana tegang terlihat dari para peserta yang akan mengikuti ujian. Mereka terlihat ada yang datang bersama teman, bahkan diantar orang tuanya.
Tak cuma peserta, panitia UTBK-SNBT UPI juga sibuk mengarahkan para peserta agar masuk sesuai ruangan masing-masing. Setiap peserta, dipanggil panitia sesuai nomor dan ruangan kartu ujiannya masing-masing. Mereka dibariskan, kemudian diperiksa petugas sebelum masuk ke ruangan tes.
Dalam tes tersebut, para peserta harus menyelesaikan ratusan soal dalam waktu sekitar tiga jam, demi masuk ke perguruan tinggi negeri incarannya.
Baca juga: Jadwal Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026, Peserta Lakukan Persiapan Ini
Satu di antara peserta, Salwa Al Zahra (18), asal Kabupaten Cianjur, mengaku sudah datang sehari sebelum tes, demi mengikuti ujian. “Datang dari kemarin sore, menginap di tempat teman,” ujar Salwa.
Salwa yang mengambil jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat mengaku mencoba lagi setelah gagal pada seleksi tahun sebelumnya.
“Sekarang pilih kesehatan masyarakat karena sesuai minat,” katanya.
Salwa mengaku telah mempersiapkan diri dua bulan terakhir dengan mengikuti latihan tes secara intensif. “Harapannya tentu lulus,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Muhammad Zaki, peserta asal Kota Bandung yang mencoba peruntungannya lagi. Dia memilih jurusan akuntansi setelah gagal tahun lalu.
“Sudah persiapan dari jauh hari, belajar mandiri dan juga dari internet,” katanya.
Pengawasan Ketat dan Berlapis
Sebanyak 275 petugas dikerahkan untuk mengawasi jalannya ujian yang tersebar di 11 Kampus UPI di berbagai daerah, guna mengantisipasi potensi kecurangan selama pelaksanaan.
Baca juga: Cerita Sejumlah Peserta Saat Ikuti UTBK: Soal Menantang, Akui Pusing Saat Mengerjakan
Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, mengatakan, sistem pengawasan dilakukan berlapis sejak awal, termasuk pemeriksaan ketat sebelum peserta masuk ruang ujian.
“Sebagai antisipasi, kami menerapkan dua kali penyaringan sebelum peserta masuk dan memulai ujian,” ujar Vidi.
Selain pengawasan, UPI juga memastikan kelancaran pelaksanaan ujian melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari penyediaan listrik, keamanan, hingga jaringan internet.
Menurut Vidi, jumlah pengawas disesuaikan dengan kapasitas ruang ujian, dengan total 275 orang yang telah dibekali melalui briefing sebelum pelaksanaan.
Dalam proses pemeriksaan, panitia juga menggunakan alat deteksi logam untuk memastikan peserta tidak membawa perangkat terlarang ke dalam ruang ujian.
Vidi menegaskan, sanksi tegas akan diberikan jika ditemukan kecurangan, termasuk kemungkinan blacklist terhadap sekolah asal peserta.
“Setiap indikasi kecurangan akan kami tindaklanjuti sesuai arahan panitia pusat,” katanya.
Pelaksanaan hari pertama tercatat berjalan lancar. Dari total 1.580 peserta, sebanyak 55 orang dilaporkan tidak hadir.
UTBK di UPI dijadwalkan berlangsung 10 hari hingga 30 April 2026, dengan dua sesi setiap hari, kecuali Jumat dan Sabtu. Secara keseluruhan, jumlah peserta UTBK di UPI mencapai 19.576 orang. (*)