Bola Terpopuler: Buntut Panjang Tendangan Kungfu Alberto Hingga AC Milan Cuci Gudang
Torik Aqua April 21, 2026 11:14 PM

 

Di antaranya buntut panjang tendangan kungfu Alberto.

Selanjutnya ada AC Milan siap jual 8 pemainnya.

Hingga ego pemain bikin Real Madrid tersingkir.

Berikut selengkapnya:

Buntut panjang tendangan kungfu Alberto 

Penyebab Fadly Alberto Hengga melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United.

Alberto disebut terpancing oleh provokasi dan ucapan bernada rasis.

Manajer Bhayangkara U20, Yongki Pandu Pamungkas mengatakan jika pemain asal Papua Barat itu terpancing hingga melakukan tendangan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore di Stadion Citarum, Semarang, saat Bhayangkara U20 menghadapi Dewa United U20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U20.

Baca juga: Aksi Tendangan Kungfu Jebolan Timnas U-17 Indonesia Fadly Alberto Viral, Pelatih Kecewa

Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke arah pemain cadangan Dewa United, yang langsung memicu keributan massal antar kedua tim.

Menurut Yongki, pertandingan berjalan normal hingga menit ke-81 ketika Bhayangkara kebobolan gol yang dianggap offside.

Situasi memanas karena protes terhadap wasit, hingga akhirnya terjadi adu mulut antar pemain.

Pemain Dewa United diduga memukul pemain Bhayangkara, kemudian ada provokasi dan tendangan dari pihak lawan sebelum Fadly bereaksi.

Meski begitu, Yongki menegaskan bahwa pihak klub tidak membenarkan tindakan Fadly, namun menjelaskan latar belakang emosional yang memicu aksi tersebut.

"Pada prinsipnya kami tidak membenarkan apa yang dilakukan pemain kami. Itu tindakan yang tidak baik, apalagi di level usia muda," ujar Yongki, dikutip dari Tribun Jateng, Senin (20/4/2026).

"Di situ ada provokasi. Pemain kami terpancing emosi, apalagi situasi pertandingan sedang panas karena kami tertinggal," sambungnya.

Lebih lanjut, Yongki mengungkap pengakuan langsung dari Fadly Alberto soal insiden tendangan kungfu tersebut.

"Dari pengakuan yang bersangkutan, dia merasa ada ucapan yang bersifat rasis terhadap dirinya. Itu yang membuat emosinya terpancing," kata Yongki.

Kemudian, Yongki juga meminta semua pihak tidak hanya menyalahkan timnya dan para pemainnya saja.

Ia menilai video yang beredar adalah sebuah potongan dan tidak bisa dijadikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Yang beredar di media sosial hanya potongan akhir, padahal ada rangkaian kejadian sebelumnya yang tidak terlihat," katanya.

"Kami akan sampaikan secara lengkap agar penanganannya bisa adil dan menyeluruh," tutupnya.

Sementara itu, pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, tetap tegas menyikapi insiden tersebut.

Nova menyatakan sangat kecewa dan langsung mengambil keputusan tegas terhadap Fadly yang sebelumnya masuk dalam skuad 28 pemain Timnas U20 untuk persiapan Piala AFF U19 2026.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto karena apa pun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan, apalagi status Berto adalah pemain Timnas U17 yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya," kata Nova Arianto saat dihubungi Tribunnews, Senin (20/4/2026).

Nova menambahkan bahwa konsekuensi atas perbuatan Fadly masih dibahas internal coaching staff.

Meski ia ingin mendengar penjelasan langsung dari pemain yang akrab disapa Berto itu, keputusan sudah diambil.

"Saya masih mau mendengar dari Berto-nya langsung, tetapi memang kami putuskan untuk tidak memanggil Berto untuk persiapan AFF U19 2026," tegasnya.

Akibat insiden ini, Fadly Alberto resmi dicoret dari persiapan Piala AFF U19 2026 yang akan digelar Juni mendatang di Sumatera Utara.

Selain itu, sponsor pribadinya, Specs Indonesia, juga telah menghentikan kerja sama sebagai brand ambassador.

Insiden ini menjadi sorotan panas tentang pentingnya pengendalian emosi, apalagi sang pemain masih muda dan berlabel Timnas.

Pelatih kecewa

Pemain jebolan Timnas U-17 Indonesia, Fadly Alberto Hengga melakukan aksi tak terpuji ke pemain Dewa United U-20.

Fadly terekam kamera melakukan tendangan kungfu saat dirinya berseragam Bhayangkara U-20.

Insiden ini terjadi saat kompetisi EPA (Elite Pro Academy) Super League berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Atas aksinya itu, Fadly bisa terancam hukuman seumur hidup berupa larangan beraktivitas di sepak bola.

Pada momen itu, pertandingan berakhir kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC U-20.

Seusai laga, terdapat situasi panas di pinggir lapangan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Baca juga: AFF U-17 2026: Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Meski Imbang Lawan Vietnam

Komdis PSSI Pernah Keluarkan Hukuman Pelaku Tendangan Kungfu

Sebelumnya, Komdis PSSI Jateng pernah mengeluarkan hukuman serupa bagi pelaku tendangan kungfu di laga sepak bola.

Hal ini diterima oleh Kiper PSIR, Raihan Al Fariq yang melakukan tendangan kungfu ke arah dada kepada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta dalam Liga 4 Jawa Tengah, Januari 2026 lalu.

“Agenda sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang nomor punggung 77, atas nama Raihan Alfariq,” ujar Ketua Komdis PSSI, Samuel Evan Haryono dikutip dari Tribun Banyumas.

“Hasil sidang menyatakan secara bulat, tanpa dissetting opinion, kami menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp5 juta kepada yang bersangkutan."

“Komite Disiplin menilai tindakan itu merupakan unsur kesengajaan," tambahnya.

Insiden Fadly Alberto Hengga juga berlokasi di Jawa Tengah dan bisa sangat mungkin bahwa hukuman serupa diterapkan.

Belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun Bhayangkara FC sebagai klub yang menaunginya sejauh ini.

Baca juga: Pascal Struijk Calon Potensial Naturalisasi Indonesia, Ikut Dibidik Media Masuk Timnas Belanda

Respons Nova Arianto

Di sisi lain, pelatih timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, kaget melihat aksi tidak terpuji oleh salah satu pemainnya yakni Fadly Alberto.

Pemain asal Timika, Papua Barat, itu melakukan tendangan kungfu ke salah satu lawannya dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026.

Nova Arianto yang merupakan pelatih Fadly Alberto tidak habis berpikir dengan kelakukan anak asuhnya.

Nova Arianto sangat kecewa.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto," kata Nova Arianto, Senin (20/4/2026), dikutip dari BolaSport.com.

Seharusnya kata Nova Arianto, Fadly Alberto bisa lebih bersabar.

Emosi dalam pertandingan itu wajar, namun jangan sampai keterlaluan. 

"Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi status Alberto Goncalves adalah pemain timnas U-17 Indonesia. Seharusnya dia bisa memberikan contoh kepada pemain lainnya," kata Nova Arianto.

Nova Arianto mengakui belum berdiskusi dengan Fadly Alberto.

Ia berencana untuk menghubungi anak asuhnya tersebut pada siang ini.

Nova Arianto akan menanyakan kondisi apa yang sebenarnya terjadi, sehingga nantinya akan ada keputusan untuk sanksi yang diberikan kepada pemain berposisi penyerang sayap tersebut.

Nova Arianto memastikan Fadly Alberto belum dicoret dari timnas U-20 Indonesia. 

"Pastinya ada konsekuensi dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto. Ini sedang dalam pembahasan kami di staf pelatih timnas U-20 Indonesia," tutup Nova Arianto.

Cuci gudang 8 pemain AC Milan

Total ada 8 pemain yang akan didepak dari AC Milan.

Mereka masuk dalam daftar jual di bursa transfer musim panas Juli 2026.

AC Milan juga merombak skuad yang sudah direncanakan oleh pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri.

Terlebih, AC Milan kini masih mengejar posisi untuk masuk ke zona Liga Champions.

Baca juga: Dilema AC Milan, Incar Striker Muda Masa Depan atau Penyerang Gaek Berpengalaman

Max Allegri dipatok untuk membawa AC Milan finis di zona Liga Champions, setelah musim 2024/2025 menutup musim di peringkat 8 klasemen.

Kini, AC Milan membutuhkan 9 poin dari lima pertandingan sisa Serie A 2025/2026 untuk menjamin partisipasinya di Liga Champions 2026/2027.

AC Milan kini berada di peringkat kedua dengan raihan poin 66, atau berjarak 12 angka dari Inter Milan sebagai capolista alias pemuncak klasemen sementara.

Melihat situasinya, AC Milan memilih realistis untuk mengamankan tiket lolos ke Liga Champions ketimbang mengejar Inter Milan.

Di sisi lain, Max Allegri juga sudah merinci siapa saja pemain yang dipertahankan dan dijual dalam proyek comeback mereka di UEFA Champions League.

Menukil dari laman SempreMilan, setidaknya ada 8 pemain yang akan dijual Rossoneri di bursa transfer musim panas 2026.

8 pemain masuk daftar penjualan AC Milan di musim panas 2026

Lorenzo Torriani (kiper)

David Odogu (bek)

Pervis Estupinan (bek)

Youssouf Fofana (gelandang)

Ruben Loftus-Cheek (gelandang)

Rafael Leao (winger)

Santiago Gimenez (striker)

Niclas Fullkrug (striker) (pengembalian peminjaman)

Pertaruhan Luka Modric

Khusus Luka Modric, gelandang asal Kroasia ini akan habis kontrak setelah musim 2025/2026 rampung. Rossoneri tidak berencana membiarkan mantan pemain Spurs dan Real Madrid ini keluar dari San Siro.

Bak gayung bersambut, sang pemain bersedia untuk bertahan lebih lama di AC Milan.

Tetapi menukil dari laman Calciomercato, ada syarat yang diajukan Luka Modric untuk mau menandatangani kontrak baru.

Luka Modric tidak mengajukan syarat menyoal besaran gaji. Hal itu bukan menjadi indikatornya untuk mau memperpanjang masa bakti di Milan.

Sebaliknya, syarat pertama adalah pihak manajemen bisa menjamin AC Milan bermain di Liga Champions musim depan.

Syarat kedua, Luka Modric ingin manajemen tidak asal-asalan dalam merekrut pemain baru, sehubungan dengan kembalinya mereka ke kompetisi kasta tertinggi di Eropa.

Oleh karena itu, Modric menginginkan dirinya dilingkari oleh deretan pemain yang dianggap cakap untuk berjuang bahu-membahu bersamanya di Liga Champions.

Syarat terakhir ialah mempertahankan Massimiliano Allegri.

Dilaporkan, Modric cocok dengan gaya kepemimpinan Allegri. Di tengah kabar sang pelatih diincar FIGC sebagai kandidat pelatih baru timnas Italia, Modric enggan berpisah dari sang juru taktik.

Terlebih, beberapa waktu lalu manajemen ingin mengakhiri kerja sama dengan Allegri setelah musim 2025/2026 berakhir.

Kini, melihat situasinya dengan Modric mau bertahan di AC Milan dengan 3 syarat yang diajukan, praktis manajemen hanya bisa mengontrol dua permintaan.

Selain menjamin tempat Massimiliano Allegri aman, manajemen AC Milan juga wajib tidak grasak-grusuk dalam pembelian pemain baru, dalam mendukung proyek mereka comeback ke Liga Champions.

Ego pemain bikin Real Madrid tersingkir

Para pemain bintang Real Madrid mendapat sindiran dari Steve McManaman, mantan punggawa Los Blancos.

Real Madrid tersingkir dari Liga Champions 2025-2026 dan hanya mencapai perempat final usai disingkirkan oleh Bayern Munich.

Los Blancos menyerah dari raksasa Jerman dengan agregat 4-6.

Bahkan Madrid tak pernah menang dalam dua kali pertarungan melawan Muenchen.

Leg pertama, Madrid keok 1-2 di kandang.

Kemudian anak-anak asuh Alvaro Arbeloa menyerah 3-4 saat gantian menyambangi Allianz Arena.

Baca juga: Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Vinicius Jr Ngamuk Ditegur Jude Bellingham

Baca juga: Daftar 5 Kandidat Pelatih Disusun Real Madrid untuk Gantikan Arbeloa, Juru Taktik AC Milan Muncul

Pemain Top Berlagak Bos Besar

Padahal skuad Madrid berisikan barisan pemain top seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan masih banyak lagi.

Namun, mereka tetap saja tak bisa menaklukkan Eropa.

Menurut analisa Steve McManaman, kegagalan Madrid di Liga Champions dikarenakan para pemain bintangnya merasa 'besar'.

Dia menilai hal tersebut memengaruhi performa tim.

"Para pemain adalah bos di Real Madrid," kata McManaman seperti dikutip dari Diario Sport, via BolaSport.com.

"Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa."

"Saya pikir itulah inti permasalahannya," ujar gelandang Madrid periode 1999-2003 itu.

Lagi-lagi menurut McManaman, sebesar apapun seorang pemain, seharusnya tunduk terhadap pelatih yang notabene memegang kendali tim.

Akan tetapi, situasi di Madrid justru anomali.

"Arne Sloth adalah bos di Liverpool, Pep Guardiola merupakan bos di Manchester City. Akan tetapi, para pemain adalah bos di Real Madrid,” tutur McManaman.

Baca juga: Rencana Cuci Gudang Bak Sinyal Real Madrid Bentuk "Los Galacticos" Baru

Tantangan Ego Pemain

Madrid berada dalam era Los Galacticos saat McManaman bermain.

Kala itu, Madrid dipenuhi pemain bintang macam Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo Luis Nazario, dan lain-lain.

Main bareng pesepak bola besar tentu bukan perkara mudah bagi McManaman.

Dia harus menghadapi pemain-pemain dengan ego besar.

Kendati sulit, McManaman terap bisa meraih prestasi.

McManaman meninggalkan Estadio Santiago Bernabeu usai meraih dua gelar Liga Champions, dua kali juara LaLiga, satu Piala Super Spanyol, dan satu Piala Super Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.