Viral 2 Pengantin Pria Tiba di Pesta Pernikahan dan Rebut Satu Mempelai Wanita, Acara Berakhir Ricuh
Randy P.F Hutagaol April 22, 2026 01:55 AM

TRIBUN-MEDAN.COM - Viral pesta pernikahan yang awalnya penuh sukacita berubah menjadi tragedi penganiayaan setelah dua mempelai pria tiba untuk mempelai wanita yang sama.

Kedua mempelai pria yang berbeda itu bersikeras bahwa mereka sebagai calon suami yang sah untuk pengantin wanita.

Ketegangan terjadi sehingga polisi harus turun tangan untuk mengamankan situasi dan keluarga mempelai.

Dilansir dari India Today, Selasa (21/4/2026) kejadian ini diketahui terjadi di distrik Amroha, Uttar Pradesh, India.

Insiden itu terjadi di sebuah aula perjamuan di Amroha, tempat keluarga mempelai wanita bersiap menerima mempelai pria dan rombongannya dari Sambhal. 

Namun, kebingungan dan ketegangan muncul ketika rombongan pernikahan lain yang berdandan lengkap dari Moradabad yang bertetangga juga tiba.

Kedua belah pihak mempelai pria mengklaim bahwa mereka sebagai keluarga mempelai pria yang sah dan menerima mahar.

Situasi yang awalnya penuh sukacita berubah menjadi ketegangan yang membuat pengantin wanita ketakutan.

Para saksi mata mengatakan bahwa iring-iringan mempelai pria ganda yang tak terduga tersebut menyebabkan pertengkaran sengit antara kedua kelompok.

Beberapa orang mengambil kursi dan saling melempar satu sama lain.

Sedangkan beberapa orang lagi membawa kayu hingga terjadi pertengkaran fisik.

Merasa bahwa situasi dapat memburuk, keluarga mempelai wanita memberi tahu polisi.

Ketika petugas tiba di lokasi, mereka menemukan dua mobil yang dihias dan dua mempelai pria yang sedang menunggu.

Polisi harus menyusun rangkaian peristiwa yang tidak biasa tersebut.

Investigasi mengungkapkan bahwa mempelai wanita awalnya bertunangan dengan seorang kerabat dari Moradabad. 

Namun, perselisihan baru-baru ini antara keluarga menyebabkan pertunangan tersebut dibatalkan.

Meskipun acara tersebut dibatalkan, keluarga Moradabad, dilaporkan memilih melanjutkan rencana pernikahan mereka dan tiba di lokasi.

Hal ini lantaran mereka telah mencetak undangan dan mendistribusikan undangan ke seluruh kerabat.

Mereka takut para kerabat menyebarkan kabar buruk jika pernikahan dibatalkan.

Sementara itu, keluarga mempelai wanita dengan cepat mengatur perjodohan baru dengan seorang mempelai pria dari Sambhal.

Keluarga mempelai wanita menjadwalkan pernikahan pada tanggal yang sama, dilaporkan untuk menghindari kerugian finansial.

Setelah memahami situasi tersebut, polisi menyerahkan keputusan akhir kepada keluarga mempelai wanita. 

Dengan berpegang teguh pada kesepakatan yang telah direvisi, keluarga tersebut melanjutkan upacara pernikahan dengan mempelai pria dari suku Sambhal.

Kelompok dari Moradabad, menyadari bahwa klaim mereka tidak lagi valid.

Mempelai pria dan iring-iringannya terpaksa pulang ke rumah tanpa membawa pengantin wanita.

Mereka juga sepakat untuk tidak melaporkan kejadian tersebut lebih lanjut. 

Pihak kepolisian mengatakan bahwa semua pihak akhirnya mencapai kesepahaman bersama, dan tidak ada pengaduan hukum yang diajukan.

(cr19/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.