Jakarta (ANTARA) - Kesuksesan penyelenggaraan Indonesian Basketball League (IBL) All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (11/4), mendorong pengelola liga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah kota lain selain Bandung dan Jakarta.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengatakan bahwa konsep All-Star ke depan akan dikembangkan sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan kota tuan rumah secara menyeluruh, baik dari sisi olahraga, pariwisata, maupun komunitas.
"Kami sangat terbuka dengan kota lain sebagai tuan rumah penyelenggaraan IBL All-Star," kata Junas, di Jakarta, Selasa (21/4) malam.
Dia menjelaskan, IBL All-Star bukan sekadar penyelenggaraan pertandingan selama sehari, tetapi platform kolaborasi untuk menghidupkan kota melalui olahraga, budaya, dan partisipasi masyarakat.
Hal itu penting guna mengembangkan sport tourism, sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kesuksesan penyelenggaraan IBL All-Star 2026 di Bandung menjadi pijakan awal bagi pendekatan baru dalam pengembangan event olahraga di Indonesia. Sebelum 2026, Bandung juga pernah menjadi tuan rumah untuk edisi 2012.
Dia menjelaskan, liga kini tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga mendorong kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.
Konsep All-Star ke depan akan dikembangkan sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi yang melibatkan kota tuan rumah secara menyeluruh, baik dari sisi olahraga, pariwisata, maupun komunitas.
Bandung menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara liga dan pemerintah kota mampu menciptakan dampak yang lebih luas.
Berbagai aktivitas pendukung seperti car free day activation dan program IBL Goes to School dinilai berhasil memperluas jangkauan acara.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan antusiasme masyarakat, tetapi juga memperkuat kedekatan emosional antara liga, pemain, dan penggemar, khususnya generasi muda.
Selain itu, penyelenggaraan All-Star turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Junas menambahkan, sektor perhotelan, transportasi, hingga kuliner mengalami peningkatan aktivitas selama event berlangsung.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan dan aktivitas masyarakat. Hal itu menjadikan All-Star sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah berbasis olahraga.





