Trump Berubah Pikiran: Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang di Menit Terakhir
Hari Susmayanti April 22, 2026 08:03 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC - Perkataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dengan perang melawan Iran seringkali tidak bisa dipegang.

Sebab, apa yang disampaikannya kerap kali berubah atau tidak sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya.

Salah satunya adalah terkait dengan soal perpanjangan gencatan senjata.

Diketahui batas akhir gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran adalah Rabu (22/4/2026) malam.

Beberapa jam sebelum batas akhir gencatan senjata, Trump menyebut bahwa dirinya kurang berminat untuk memperpanjang gencatan senjata,

 "Saya tidak ingin melakukan itu," kata Trump dalam wawancara dengan CNBC saat ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata, dikutip dari CNN, Selasa.

"Kita tidak punya banyak waktu, karena pada saat kedua pihak sampai di sana, seperti yang Anda ketahui, mereka baru saja mendapat persetujuan untuk melanjutkan, yang saya tahu akan mereka lakukan, saya rasa mereka tidak punya pilihan. Mereka harus bernegosiasi," jelasnya.

Namun pada Selasa (21/4/2026) malam, Trump secara tiba-tiba mengumumkan perpanjangan gencatan senjata.

Pengumuman itu disampaikan oleh Trump melalui unggahan di akun media sosial Truth Social miliknya.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan perpanjangan gencatan senjata diperpanjang hingga  Iran datang dengan usulan konkret. 

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan melonggarkan tekanan militer, sebagaimana dilansir AFP.

Dia memastikan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berjalan.

"Saya telah menginstruksikan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," tulis Trump di Truth Social.

"Dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," lanjutnya.

Baca juga: Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua

Dalam unggahannya tersebut, Trump juga menyebut bahwa gagalnya perundingan kedua dengan Iran ini merupakan dampak dari gejolak internal di pemerintahan Iran.  

Dia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda serangan militer diambil setelah adanya permintaan dari para pemimpin Pakistan.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami keretakan yang serius, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran," tulis Trump.

Seiring dengan perpanjangan tersebut, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance batal bertolak ke Pakistan.

Padahal, Vance sebelumnya dijadwalkan menghadiri putaran kedua pembicaraan damai di negara tersebut.

"Perjalanan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Pembaruan lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih," ujar seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan resminya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.