TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pada Selasa (21/4/2026) kini memasuki babak baru.
Penyidik Polda Maluku resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan panjang dan gelar perkara.
Kedua tersangka yakni pria berinisial HR (28) dan FU (36).
Mereka berhasil diringkus pihak kepolisian hanya berselang dua jam setelah aksi penikaman terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kei Kecil, Maluku Tenggara.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengonfirmasi bahwa saat ini kedua tersangka sudah mendekam di Rutan Polda Maluku.
"Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif di balik aksi nekat kedua tersangka adalah balas dendam.
Namun, pihak kepolisian menegaskan masih akan terus mendalami keterangan tersebut untuk mengungkap fakta yang lebih detail.
Baca juga: Nus Kei Meninggal Dunia, Golkar Berduka dan Segera Tunjuk Plt Ketua DPD Maluku Tenggara yang Baru
Peristiwa berdarah ini terjadi tepat empat hari menjelang rencana Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).
Nus Kei yang baru saja tiba di bandara langsung diserang oleh kedua tersangka menggunakan senjata tajam. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Atas perbuatannya, HR dan FU terancam jeratan pasal berlapis, termasuk pasal pembunuhan berencana dalam KUHP baru.
"Ancamannya hukuman mati, seumur hidup, dan maksimal 20 tahun penjara," tegas Rositah.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengaku sangat kehilangan sosok yang ia anggap sebagai keluarga sendiri dan menuntut keadilan penuh atas kasus ini.
Baca juga: Nasib Atlet MMA yang Tusuk Nus Kei hingga Tewas, Terancam Hukuman Mati, Motif Pelaku Balas Dendam
"DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," ujar Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM di Gedung DPR RI, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, jasad Nus Kei telah dimakamkan di TPU Langgur, Maluku Tenggara, pada Selasa sore tadi.
Prosesi ibadat pemakaman yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Joseph dihadiri oleh ratusan pelayat.
Guna mengantisipasi kericuhan, Polres Maluku Tenggara mengerahkan 80 personel untuk mengamankan lokasi di berbagai titik.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor)