TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, tak mencicipi kuliner andalannya, soto.
Salah satu kuliner Solo yang terkenal adalah soto khas Jawa.
Kuliner soto yang legendaris di antara deretan warung soto di Solo adalah Warung Soto Kirana, yang terletak di Jalan Moh. Yamin, Serengan, Solo.
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Dekat Stasiun Klaten Jateng, Spot Estetik untuk Anak Muda
Meski tampilannya sederhana, Soto Kirana menjadi langganan berbagai kalangan, termasuk pengusaha, influencer, hingga pejabat.
Siti Kirana bukan pendatang baru dalam dunia soto.
Sejak kecil ia sudah terbiasa membantu orang tuanya berjualan soto kaki lima.
Ayahnya, yang terkena PHK dari perusahaan bus tempatnya bekerja, memutuskan membuka warung soto di Jalan Honggowongso pada tahun 1982.
Baca juga: 4 Rekomendasi Pecel Enak di Solo Jateng untuk Makan Siang : Rasanya Khas, Lauk Lengkap Bikin Kalap
Nama Soto Kirana diambil dari nama Siti Kirana sendiri sebagai anak pertama.
Ketika awal buka dulu, cuma ada dua meja di Soto Kirana.
Pemilik warung kemudian mencari peruntungan lain dengan pindah ke tempat sekarang tahun 2007.
Kini sudah jadi 13 meja di warung ini.
Warung makan ini kini dikelola oleh generasi penerus, Afifah Diana Putri, seorang alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), yang melanjutkan usaha keluarga dengan inovasinya.
Berbasis di Solo, Soto Kirana dikenal luas karena menyajikan soto khas Solo yang autentik, namun warung ini tidak berhenti di satu menu saja.
Di tangan Afifah, Soto Kirana menjelma menjadi tempat makan yang menyuguhkan berbagai ragam kuliner khas Solo lainnya, seperti pecel, gudangan, tumpang, hingga asem-asem kikil, semuanya dimasak dengan resep turun-temurun dari keluarganya.
Dari segi tampilan dan komposisi, soto di Warung Soto Kirana tidak jauh berbeda dari soto Solo pada umumnya.
Kuahnya sedikit keruh berwarna kekuningan, dengan isi berupa nasi, suwiran ayam atau irisan daging sapi, serta tauge.
Namun, yang membuatnya berbeda dan istimewa adalah taburan bawang putih goreng yang memberikan aroma khas dan cita rasa yang menggoda.
Meskipun telah berkembang, Soto Kirana tetap mempertahankan nuansa Jawa dalam penyajiannya.
Baca juga: Soal Geger Kuliner Non Halal di Sukoharjo, Warga Sayangkan Minimnya Sosialisasi Terbuka Sejak Awal
Tempat duduk menggunakan kursi kayu panjang yang mengundang keakraban antarpengunjung.
Desain interior warung pun tetap mempertahankan kesan rustic, dengan dinding unfinished yang memperlihatkan batu bata asli, menciptakan suasana nyaman dan otentik.
Selain soto, warung ini juga menyajikan berbagai masakan khas Jawa seperti tumpang, pecel, asem-asem kikil, sambel goreng tholo, hingga sayur lombok ijo.
Pengunjung dapat menikmati soto dengan nasi dicampur atau dipisah.
Kuah kaldunya yang gurih bisa diperkaya dengan sambal rawit, air jeruk nipis, dan kecap manis.
Ditambah lauk pendamping seperti sate, perkedel, tahu, tempe goreng, dan kerupuk, makan siang di Soto Kirana jadi pengalaman yang tak terlupakan.
Soal harga, menu di Soto Kirana Solo masih dibanderol dengan harga yang terjangkau.
Menu andalan seperti soto sapi harganya mulai Rp13.000.
Sedangkan soto ayam mulai Rp11.000.
Pelanggan bisa memasan soto pisah porsi utuh, campur, atau pisah.
Untuk lauk seperti ati rempelo cukup Rp8.000 sedangkan limpa atau kikil Rp20.000.
Untuk minuman ada es teh yang harganya mulai Rp4.000, lalu ada es Beras Kencur Rp9.000.
(*)