Antrean Haji di Cirebon Capai 29 Tahun: Daftar Usia 30 Tahun, Berangkat Sekitar Usia 60 Tahun
Mutiara Suci Erlanti April 22, 2026 08:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Warga Kota Cirebon yang ingin menunaikan ibadah haji harus siap menunggu hingga 29 tahun.


Artinya, jika mendaftar di usia 30-an, calon jemaah berpotensi baru berangkat ke tanah suci saat memasuki usia 60 tahun ke atas.


Fakta tersebut diungkapkan Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon, Muhamad Ikbal Sugiana, saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Kebakaran Melanda Tempat Penyimpanan Barang Bekas di Cirebon, 2 Bus Rongsok Hangus


Menurut Ikbal, lamanya masa tunggu itu terjadi akibat perubahan sistem pendaftaran haji yang kini menggunakan mekanisme waiting list atau daftar tunggu nasional.


“Kan tadi saya bilang bahwa sekarang itu pakai sistemnya waiting list. Dengan waiting list, ya semangatnya sih semangat berkeadilan ya,” ujar Ikbal.


Ia menjelaskan, sistem ini menggantikan metode lama berbasis kuota daerah yang dihitung dari rasio jumlah penduduk Muslim.


“Kalau kuota itu berdasarkan jumlah pakai rasio penduduk Muslim. 1.000 Muslim, satu kuota. Nah, itu ada sebagian saudara-saudara kita di provinsi lain yang Muslim-nya sedikit, sehingga kuotanya sedikit, sementara yang daftar banyak, kasihan,” ucapnya.


Dengan sistem baru, kata Ikbal, keberangkatan ditentukan berdasarkan urutan pendaftaran.


Siapa yang lebih dulu mendaftar, maka akan lebih dulu berangkat.


“Makanya kebijakannya sekarang berdasarkan antrean. Jadi siapa yang daftar duluan, ya dia berangkat duluan,” jelas dia.


Ia menyebut, saat ini rata-rata masa tunggu haji di sejumlah daerah, termasuk Kota Cirebon, mencapai 29 tahun.

Baca juga: 690 Jemaah Haji Siap Berangkat, Kuningan Islamic Centre Mulai Disterilkan!


“Termasuk Kota Cirebon juga, antreannya sekitar 29 tahun,” katanya.


Bahkan, dalam simulasi sederhana, seseorang yang mendaftar di usia 33 tahun diperkirakan baru berangkat di usia 62 hingga 63 tahun.


Meski begitu, Ikbal menyebut, ada peluang antrean bisa lebih cepat, meskipun tidak signifikan.

Baca juga: Detik-detik Siswa SMP Nekat Panjat Tower BTS di Cirebon, Dipicu Rebutan HP dengan Kakak


“Maju bisa, ada kemungkinan ya. Pertama, kalau kuota jemaah haji Indonesia ditambah sama Pemerintah Saudi. Hari ini kita dikasih jatah 221.000. Kalau misalkan besok ditambah jadi 300.000, otomatis antrean memperpendek,” ujarnya.


Selain itu, pergerakan antrean juga dipengaruhi oleh adanya jemaah yang membatalkan keberangkatan atau meninggal dunia.


“Yang di atas-atasnya itu ada saja yang melakukan pembatalan, atau meninggal. Sehingga ada slot kekosongan, itu antrean berikutnya otomatis naik,” ucap Ikbal.


Di sisi lain, penyelenggaraan haji tahun 2026 di Kota Cirebon juga diwarnai penurunan kuota yang cukup signifikan.


Ikbal mengungkapkan, total jemaah haji tahun ini mencapai 278 orang, yang terdiri dari jemaah murni, cadangan, mutasi masuk, hingga pembimbing.


“Jumlah jemaah haji Kota Cirebon itu 278 orang. Itu terdiri dari jemaah murni 141 orang, cadangan 120 orang, mutasi masuk sekitar 16 orang dan pembimbing 1 orang,” jelas dia.


Namun, untuk kuota inti, jumlahnya mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.


“Kalau tahun-tahun lalu di kisaran 335-an, sekarang hanya 182,” katanya.


Mayoritas jemaah yang berangkat tahun ini didominasi kelompok usia lanjut.


“Presentasenya memang kebanyakan di atas 60 tahun. Yang paling tua itu 81 tahun atas nama Ibu Salamah,” ujarnya.


Meski demikian, terdapat pula jemaah berusia muda dalam rombongan tersebut.


“Yang termuda ada dua orang, usianya sekitar 20 sampai 30 tahun,” ucap Ikbal.


Para calon jemaah dijadwalkan masuk embarkasi di Indramayu pada 8 Mei 2026 pukul 16.00 WIB, sebelum diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada keesokan harinya.


“Masuk embarkasi jam 4 sore, kemudian besoknya sekitar jam 14.20 ke bandara dan jam 17.20 mereka take off,” jelas dia.


Dengan kondisi antrean yang panjang ini, masyarakat diimbau untuk segera mendaftar haji sejak dini agar peluang berangkat tidak semakin lama tertunda.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.