2 Bus Rongsok Hangus akibat Kebakaran Hebat di Cirebon, Api Diduga dari Percikan Gerinda
Seli Andina Miranti April 22, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Percikan api dari aktivitas memotong besi menggunakan gerinda diduga menjadi pemicu kebakaran hebat di tempat penyimpanan barang bekas (rongsok) di Blok Bongklang, Desa Panguragan Lor, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Selasa (21/4/2026) petang.

Dalam kejadian itu, dua unit bus rongsok hangus terbakar.

Api dengan cepat membesar lantaran banyaknya material mudah terbakar di lokasi, terutama tumpukan jok bekas berbahan busa.

Kepulan asap tebal pun sempat menyelimuti area, membuat proses pemadaman berlangsung dramatis.

Baca juga: Rumah di Plumbon Cirebon Ludes Terbakar saat Pemilik Jualan, Api Diduga Dipicu Kipas Angin

Kabid Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.57 WIB.

“Sekitar pukul 18.57 WIB, Damkar Sektor Arjawinangun menerima laporan melalui telepon dari warga bahwa di Desa Panguragan Lor terjadi kebakaran tempat penyimpanan barang bekas,” ujar Eno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026) dini hari.

Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.17 WIB.

Saat tiba, kondisi api disebut masih menyala besar disertai asap tebal.

“Setelah sampai di lokasi, api masih menyala besar dan asap tebal, sehingga petugas langsung melakukan pemadaman,” ucapnya.

Ia menjelaskan, situasi di lokasi cukup berbahaya karena dipenuhi material limbah jok mobil bus yang mudah terbakar, sehingga api cepat merambat dan berpotensi meluas.

“Material limbah jok mobil bus yang mudah terbakar membuat situasi cukup berbahaya. Untuk mengantisipasi api menjalar, kami meminta tambahan armada dari sektor Gunungjati dan Weru,” jelas dia.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, api diduga berasal dari percikan saat proses pemotongan besi menggunakan gerinda yang mengenai tumpukan jok bekas.

“Api diduga berasal dari percikan saat memotong besi menggunakan gerinda yang mengenai tumpukan jok bekas berbahan busa,” katanya.

Baca juga: Penggilingan Padi Milik Seorang Dosen di Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.03 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 20.22 WIB untuk memastikan tidak ada bara tersisa.

Dalam peristiwa tersebut, dua unit bus rongsok serta berbagai material lain hangus terbakar. 

Luas area yang terdampak mencapai sekitar 500 meter persegi dari total 1.000 meter persegi bangunan.

“Perkiraan kerugian akibat kebakaran ini mencapai sekitar Rp 10 juta, dengan korban jiwa nihil,” ujarnya.

Meski demikian, proses penanganan sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang rusak berat, sehingga menyulitkan mobilisasi armada pemadam di awal kejadian.

Dari dokumentasi yang dibagikan petugas, terlihat proses pemadaman berlangsung dramatis di tengah gelapnya malam.

Petugas harus berjibaku melawan kobaran api dan asap tebal dengan bantuan sorot lampu.

Pada tahap akhir, tampak bangkai bus yang hangus total, kaca depan hancur, rangka dalam terlihat, serta bodi kendaraan dipenuhi jelaga hitam menjadi bukti ganasnya api yang melalap lokasi tersebut.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Truk Pengangkut Tabung LPG di Sukabumi: Berawal dari Peringatan Pengendara Motor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.