BANGKAPOS.COM--Pemerintah Jepang meningkatkan status kewaspadaan nasional setelah gempa bumi berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang wilayahnya pada Senin (20/4/2026).
Perdana Menteri Sanae Takaichi langsung mengeluarkan peringatan keras terkait potensi gempa susulan hingga ancaman tsunami dalam beberapa hari ke depan.
Warga Diminta Segera Evakuasi
Dalam pernyataannya melalui media sosial, Takaichi meminta masyarakat tidak menunda evakuasi jika berada di wilayah terdampak. Ia menegaskan pentingnya bergerak cepat menuju lokasi aman seperti dataran tinggi atau pusat pengungsian resmi.
“Warga di wilayah terdampak harus segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta aktif memantau informasi resmi pemerintah terkait perkembangan potensi tsunami dan gempa susulan.
Pemerintah Jepang memperingatkan bahwa risiko gempa susulan masih tinggi, bahkan dapat berlangsung hingga satu pekan ke depan.
Sekitar 1,5 jam setelah gempa utama, otoritas kembali mengeluarkan peringatan gempa susulan di wilayah lepas pantai Hokkaido dan kawasan Sanriku.
“Mohon masyarakat memastikan kembali kesiapan menghadapi bencana, termasuk memeriksa lokasi pengungsian dan jalur evakuasi,” ujar Takaichi.
Ia juga mengimbau warga untuk selalu membawa perlengkapan darurat serta tetap siaga tanpa menghentikan aktivitas sosial dan ekonomi sepenuhnya.
Gempa tersebut juga memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Di Pelabuhan Kuji, gelombang tercatat mencapai 70 sentimeter, sementara di wilayah pesisir lain mencapai sekitar 50 sentimeter.
Kondisi ini membuat pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan khusus bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Warga diminta segera mengungsi jika merasakan guncangan atau menerima peringatan tsunami.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, gempa ini menyebabkan 23 orang mengalami luka-luka, satu di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius.
Selain itu, beberapa insiden kebakaran juga terjadi di wilayah Aomori.
Sekitar 90.000 warga dilaporkan telah diarahkan untuk mengungsi ke pusat-pusat evakuasi guna menghindari risiko lanjutan.
Takaichi memastikan pemerintah Jepang terus mengoptimalkan sistem komunikasi darurat serta kesiapan penanganan krisis.
Seluruh aparat dikerahkan untuk memastikan respons cepat jika terjadi kerusakan atau korban tambahan.
Peringatan ini menjadi sinyal bahwa kondisi belum sepenuhnya aman. Pemerintah pun meminta masyarakat tetap tenang namun waspada, serta patuh terhadap seluruh instruksi demi meminimalkan risiko bencana lanjutan.
(Tribunnewsmaker.com/Wartakotalive.com)