TRIBUNSTYLE.COM -- Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan akhirnya memberikan klarifikasi untuk meredam berbagai spekulasi yang beredar mengenai sosok ayah biologis dari Ressa Rossano. Ia juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah tokoh publik yang sempat terseret dalam dugaan yang berkembang di media sosial.
Kasus ini mulai mencuat pada akhir tahun 2025, tepatnya pada 26 November, ketika Ressa Rossano mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pria berusia 24 tahun tersebut menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak dengan nilai tuntutan mencapai Rp7 miliar.
Ressa mengungkapkan bahwa sejak berusia 10 hari, dirinya telah dititipkan kepada paman Denada, Dino Rossano, serta bibinya, Ratih Puspita Dewi. Kondisi tersebut membuat hubungan antara ibu dan anak itu menjadi renggang selama bertahun-tahun, bahkan Ressa terbiasa memanggil Denada dengan sebutan “Mbak”.
Setelah melalui proses hukum, keduanya akhirnya memilih berdamai dan berusaha memperbaiki hubungan sebagai ibu dan anak. Namun, situasi kembali memanas ketika Ressa memberikan petunjuk mengenai identitas ayah kandungnya.
Ia menyebut bahwa ayahnya berasal dari Aceh atau Sumatra Utara, yang kemudian memicu spekulasi publik. Nama Teuku Ryan pun sempat menjadi sorotan dan dikaitkan dengan isu tersebut.
Menanggapi hal itu, Denada dengan tegas membantah kabar tersebut.
"Bukan, bukan Teuku Ryan, bukan. Ada banyak nama, kasihan. Jadi aku minta maaf sekali lagi," tegas Denada.
Tak hanya Teuku Ryan, sejumlah nama lain seperti Iwa K, Adjie Pangestu, hingga Amien Rais juga ikut terseret dalam rumor tersebut. Denada merasa perlu menyampaikan permintaan maaf karena dampak yang ditimbulkan terhadap reputasi mereka.
"Untuk yang tersangkut paut, Mas Adjie Pangestu, sampai ada kemarin mohon maaf keluarga Bapak Amin Rais juga mohon maaf. Ada beberapa nama lain juga, aku minta maaf. Bukan ya, bukan," tambahnya lagi.
Terkait identitas ayah biologis Ressa, Denada memilih untuk tidak mengungkapkannya secara rinci. Ia hanya memastikan bahwa pria tersebut merupakan warga negara Indonesia.
"Pokoknya orang Indonesia," kata Denada.
Denada juga mengaku bahwa komunikasi dengan pria tersebut telah lama terputus. Ia bahkan tidak mengetahui kondisi terkini sang pria, apakah masih hidup atau tidak.
Baca juga: Berjuang Melahirkan Sendiri, Denada Ogah Salahkan Ayah Kandung Ressa, Tak Tahu Kabar Mantan Kekasih
"Sejujurnya aku nggak tahu, sampai detik ini, mohon maaf banget, aku nggak tahu beliau masih ada atau enggak. Memang komunikasi sudah tidak ada sama sekali," aku pelantun lagu Pitik Gemoy tersebut.
Meski harus menjalani masa sulit membesarkan anak seorang diri di masa lalu, Denada mengaku telah berdamai dengan keadaan. Ia tidak ingin menyalahkan sosok pria tersebut dan memilih menganggap semuanya sebagai bagian dari masa lalu.
"Aku tidak menyalahkan dia. Maksudnya apa yang sudah terjadi aku anggap itu adalah masa lalu," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak mengetahui dirinya hamil 24 tahun lalu, ia sudah memahami konsekuensi yang harus dihadapi, termasuk keputusan sang pria yang memilih untuk tidak terlibat dalam kehidupan mereka.
"Keputusan untuk aku membesarkan Ressa, dan pada saat aku tau aku hamil, aku tau walaupun pada saat itu beliau memutuskan untuk tidak menjadi bagian dari kehidupan kami, buat aku itu keputusan aku," paparnya.
Denada juga mengakui bahwa selama ini ia belum banyak berdiskusi dengan Ressa terkait sosok ayah kandungnya, yang membuat sang anak merasa asing dengan latar belakang keluarganya sendiri.
Kini, setelah melalui proses hukum dan mencapai kesepakatan damai, Denada berkomitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Ressa serta menutup ruang spekulasi yang melibatkan pihak lain. (Tribun Style/Tribunnews Bogor/tsaniyah faidah)