WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ajang lari internasional wondr Kemala Run 2026 di Gianyar, Bali, tak hanya menghadirkan pengalaman berkelas bagi ribuan peserta, tetapi juga memicu perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah.
Di balik kesuksesan tersebut, pengelolaan acara yang presisi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
Event yang diinisiasi Yayasan Kemala Bhayangkari ini disebut sebagai salah satu lomba lari dengan manajemen paling rapi, mulai dari registrasi hingga pelaksanaan di hari puncak.
Baca juga: Jelang Kemala Run 2026 Bali, Kakorlantas Polri Gelar Upacara Adat dan Doa Bersama
Hal itu tak lepas dari peran Syah Creative Indonesia (Syah Group) yang dipercaya mengawal jalannya acara dengan standar internasional.
CEO Syah Group, Ferrisyah, menyebut keberhasilan event ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, mulai dari penyelenggara hingga masyarakat.
“Keberhasilan wondr Kemala Run 2026 adalah hasil sinergi yang luar biasa antara Yayasan Kemala Bhayangkari, para stakeholder, serta dukungan penuh masyarakat,” kata Ferrisyah pada Rabu (22/4/2026).
Dia mengaku, merasa terhormat dapat dipercaya untuk menerjemahkan konsep besar ini menjadi sebuah pengalaman yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga berkesan bagi seluruh peserta.
Baca juga: Dari Bali untuk Kemanusiaan: Kemala Run 2026 Gabungkan Lari, Wisata dan Aksi Sosial
Dia menjelaskan, persiapan dilakukan selama sekitar empat bulan dengan fokus pada detail perencanaan, mengingat skala kegiatan yang melibatkan peserta nasional hingga mancanegara.
“Karena acara ini berskala internasional, detail perencanaan menjadi prioritas kami sejak awal. Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat dan apresiasi positif terhadap alur kegiatan yang kami siapkan,” tambah Ferri.
Dampak ekonomi dari ajang ini juga terasa langsung, terutama bagi pelaku usaha lokal.
Keterlibatan UMKM di area acara menjadi bagian dari strategi untuk memperluas manfaat ekonomi secara merata.
Menurut Ferri, event seperti ini tidak hanya soal olahraga, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan ekosistem ekonomi lokal, termasuk bagi pekerja lepas dan vendor.
“Dalam satu kali kegiatan seperti ini, banyak mitra pekerja freelance yang kami rekrut, termasuk teman-teman freelancer dari Bali. Belum lagi, mitra vendor kami, untuk stage, penyiapan rute dan banyak lagi,” ungkap Ferri.
Baca juga: Kemala Run Digagas Juliati Listyo Kini Mendunia, Siap Gaet 10 Ribu Pelari di Bali
Kesuksesan penyelenggaraan ini turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan sport tourism dunia.
Ketua Panitia, Deni Agus Suryonugroho, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat.
“Kami atas nama Ketua Umum Bhayangkari mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan seluruh peserta atas partisipasi yang luar biasa,” tuturnya.
Pengalaman positif juga dirasakan langsung oleh peserta, termasuk Febby Rastanty yang menilai kualitas penyelenggaraan sangat memuaskan.
“Aku sangat puas karena semua agenda berjalan rapi, tepat waktu, dan rutenya sangat bersih. Pelari benar-benar bisa menikmati kompetisi dengan nyaman,” ungkapnya.
Dari sisi ekonomi, pengamat Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora Panasea, memperkirakan perputaran uang selama event berlangsung mencapai Rp 110 miliar hingga Rp 140 miliar.
Dia menilai, kegiatan berskala internasional seperti ini menjadi stimulus penting bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang saat ini berada di level 5,82 persen (YoY), sekaligus memperkuat sektor pariwisata yang menyumbang hampir 60 persen ekonomi daerah.
“Ini menjadi momentum bagi kita untuk membuka diri, memperluas pasar, dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global,” kata Zainul.