Sosok Bursah Zarnubi, Bupati Lahat yang Minta Sekretaris DPRD Mundur dari Jabatannya
Nuryanti April 22, 2026 11:22 AM

TRIBUNNEWS.COM - Dalam struktur pemerintahan Indonesia, bupati memegang peran strategis sebagai kepala daerah di tingkat kabupaten. 

Meskipun ruang lingkup kerjanya berada di wilayah administratif yang relatif terbatas, peran bupati memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan nasional secara keseluruhan. 

Hal ini tidak terlepas dari konsep desentralisasi dan otonomi daerah yang memberikan kewenangan luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengelola urusannya sendiri.

Baru-baru ini, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi viral karena marah-marah setelah acara pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, Selasa (21/4/2026).

Ia meminta kepada Sekretaris DPRD (Sekwan) H. Safrani agar mengundurkan diri dari jabatannya.

Alasan kemarahannya karena penundaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di ruang rapat utama DPRD Lahat.

Penundaan itu dinilai mencoreng kinerja dan kedisiplinan pemerintahan daerah.

Bursah menilai Sekwan membuat rusuh rapat dengan DPRD tersebut.

"Mundur saja karena dia membuat rusuh antara kami dengan DPR, DPR kan datang dia tidak menghormati pergantian pejabat," kata Bursah Zarnubi, dikutip Instagram @sumsel.keras, Selasa, dilansir TribunSumsel.com.

Lantas seperti apa sosok Bursah Zarnubi?

Bursah Zarnubi lahir di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan pada 29 Januari 1959.

Baca juga: Marah-marah, Bupati Lahat  Minta Sekretaris DPRD Mundur dari Jabatannya

Usianya saat ini 67 tahun.

Pria yang menjabat sebagai Bupati Lahat periode 2025-2030 itu merupakan lulusan Ilmu Ekonomi Universitas Jayabaya 1983.

Dia pernah mengikuti Pelatihan Perantara Efek pada 1990 untuk memperluas cakrawala profesionalnya di sektor keuangan.

Bursah Zarnubi merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).

Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) 2006, melansir TribunSumsel.com.

Karier politiknya makin moncer setelah ia menjadi anggota DPR-RI periode 2004-2009.

Pada 2011, Bursah Zarnubi bergabung dengan Partai Gerindra.

Rekam jejak Bursah Zarnubi di dunia politik semakin diperkuat dengan kiprah istrinya, Sri Lemiyana, yang kini menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029.

Pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Lahat 2024, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Lahat, berpasangan dengan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Widia Ningsih.

Pasangan ini berhasil unggul dengan meraih 103.950 suara atau 41,25 persen dari total suara sah.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunSumsel.com/Laily Fajrianty/Anggi Suzatri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.