TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Peluang masuknya investor asing, khususnya asal Vietnam dalam pengembangan transportasi berbasis listrik membuka babak baru bagi sistem transportasi di Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan VinFast mendorong efisiensi layanan sekaligus memperluas jangkauan hingga ke wilayah barat seperti Wangon dan Lumbir.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak VinFast bahkan telah mengunjungi kantor mereka di Jakarta.
Perusahaan tersebut dinilai memiliki pendekatan berbeda dibanding produsen lain karena lebih fokus pada kendaraan operasional ketimbang kendaraan pribadi.
VinFast disebut telah memiliki pabrik di Subang dan ada kemungkinan membangun sekitar 250 titik charging station di Banyumas.
Infrastruktur ini nantinya akan ditempatkan di lokasi strategis milik pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan, dengan skema sewa yang berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah.
Baca juga: Warga Banyumas Tertipu Beli Rumah Fiktif hingga Rp107 Juta Lenyap, Ternyata Terjual Lama
Bupati mengatakan dalam skema awal, selama tiga tahun pertama pengguna kendaraan VinFast akan menikmati pengisian daya gratis.
Charging station tersebut juga hanya diperuntukkan bagi kendaraan VinFast sebelum akhirnya dibuka untuk umum dengan tarif tertentu.
Seiring dengan rencana tersebut, Pemkab Banyumas juga menyiapkan pengembangan layanan Trans Banyumas melalui penambahan koridor.
Salah satu yang tengah dikaji adalah perpanjangan rute Ajibarang hingga menjangkau Wangon dan Lumbir.
Kajian kelayakan masih dilakukan bersama pihak terkait, termasuk kemungkinan penggunaan bus listrik pada rute baru tersebut.
Bupati optimistis penggunaan bus listrik akan lebih efisien, terutama dari sisi perawatan.
"Saya punya keyakinan kita mampu. Nanti kita akan bahas lebih lanjut," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (22/4/2026).
Terhitung sejak 20 April 2026, kontrak dengan Kementerian Perhubungan resmi berakhir dan operasional kini beralih dari pembiayaan APBN ke APBD Kabupaten Banyumas.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan berupaya menjaga layanan tetap berjalan tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.
"Kita akan paksakan, jangan sampai berhenti.Tapi saya juga tidak mau subsidinya terlalu besar," tegasnya.
Baca juga: Warga Wonosobo Ditangkap Polisi Gegara Jual Bensin Eceran di Rumah
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Banyumas juga mulai mengoptimalkan potensi pendapatan non-tarif, salah satunya melalui pemasangan iklan di badan bus.
Sejumlah pihak disebut telah menunjukkan minat, dan regulasi tengah disiapkan agar skema ini segera berjalan.
Selain itu, pemerintah daerah masih membuka peluang adanya tambahan subsidi dari pemerintah pusat melalui satu termin pada APBD perubahan.
Upaya lobi ke Kementerian Perhubungan dan DPR RI Komisi V terus dilakukan.
Meski begitu, skenario terburuk tetap disiapkan jika bantuan pusat tidak berlanjut.
Pemkab Banyumas memastikan operasional Trans Banyumas akan tetap berjalan dengan kemampuan daerah.
"Jadi masyarakat Banyumas jangan khawatir. Trans Banyumas tidak akan berhenti, jalan terus," tegas Bupati. (jti)