POSBELITUNG.CO, BANGKA - Dinas Komunkasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengungkap setidaknya masih ada 10 persen atau 63 wilayah di Babel masih berstatus blank spot atau wilayah yang tidak terjangkau sinyal komunikasi.
Ditargetkan pada tahun 2029 mendatang seluruh wilayah Bangka Belitung zero blank spot.
“Secara keseluruhan memang data yang ada di Provinsi Bangka Belitung itu sekitar 10 persen, untuk yang blank spot. Memang di kabupaten yang banyak daerah-daerah blank spot, kalau yang kota sudah zero blank spot,” kata Muhammad Erisco Nurrahman, Kabid EGovernment dan Statistik Diskominfo Bangka Belitung kepada Bangkapos.com, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Warga Dusun di Air Ibul Bangka Barat Terpaksa Panjat Pohon Belasan Meter Baru Bisa Dapat Sinyal HP
Blank spot adalah kondisi suatu wilayah atau lokasi yang tidak mendapatkan jangkauan sinyal komunikasi, baik seluler (telepon/SMS) maupun internet.
Area ini sering kali terisolasi dari dunia digital karena tidak adanya infrastruktur. Istilah ini juga sering merujuk pada area lemah sinyal.
Erisco mengatakan, setiap tahunnya pihaknya mengusulkan untuk pemenuhan telekomunikasi, melalui pembangunan BTS ke Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Pemerintah Provinsi telah melakukan konsolidasi ke Kabupaten, untuk menyampaikan data-data daerah blank spot-nya. Kita melakukan advokasi ke Komdigi, untuk bisa disiapkan atau dibantu untuk fasilitas BTSnya,” tuturnya.
Meskipun pembangunan BTS kewenangan Pemerintah Pusat, namun Diskominfo Bangka Belitung membantu dalam penyiapan lahan serta ketersediaan listrik.
“Kita melakukan ketersediaan infrastruktur jalannya, untuk pemenuhan BTS-nya. Termasuk juga bagaimana daerah itu mempermudah perizinannya, perlindungan infrastruktur. Secara keseluruhannya, perizinan dan juga pembangunan BTS itu semuanya di Komdigi, dan semuanya nanti akan dibangun oleh provider yang akan ditunjuk oleh Komdigi,” jelasnya.
Erisco membeberkan sejumlah kendala dalam, sejumlah daerah masih masuk dalam kawasan blank spot.
“Daerah perbukitan seperti di daerah Bangka Barat, Bangka, dari sisi geografis dan juga daerah kepulauan itu tantangannya,” kata Erisco.
Dalam penanganan blank spot, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung pun memiliki dua program yakni hasil cepat terbaik dan program penyelenggaraan jaringan intra.
“Program cepat terbaik ini tadi khusus yang untuk titik hotspot, termasuk intervensi untuk blank spot. Kita sudah anggarkan di 5 tahun di program Pak Gubernur Hidayat Arsani untuk dua program tersebut, program hasil cepat terbaik dan program prioritas penyelenggaraan e-Government,” jelas Erisco.
Dengan berbagai kondisi tersebut, Erisco menargetkan zero blank spot ditargetkan terealisasi dalam kepemimpinan Hidayat Arsani.
“Setiap tahun itu kita intervensi melalui program prioritas dan program hasil cepat terbaik itu, sehingga di 2029 kita targetkan zero blank spot,” kata Erisco.
Diskominfo Babar Sudah Lapor ke Telkom
Dari 63 titik wilayah di Bangka Belitung yang masih blank spot, beberapa di antaranya berada di Kabupaten Bangka Barat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Barat, Indra Cahaya mengatakan persoalan sinyal karena terbatasnya jumlah Base Transceiver Station (BTS) menara atau perangkat pemancar sinyal.
"Kendala kita saat ini, memang pada pembangunan BTS. Sementara data secara online sudah kami sampaikan ke Komdigi, seluruh Indonesia muaranya ke Komdigi. Itulah menjadi persoalan. Intinya selain BTS, saat ini perlu kabel optik, pemasangan butuh biaya tidak sedikit, menjadi target nasional mana saja daerah yang dipasang," kata Indra kepada Bangkapos.com, Selasa (21/4/2026).
Indra mengatakan, Pemkab Bangka Barat telah melakukan kerjasama dengan PT Telkom untuk mengatasi sinyal di Bangka Barat.
"Ada kami mengambil solusi kerjasama dengan PT Telkom, mengatasi blank spot jaringan wifi menggunakan satelit. Data itu kami sampaikan ke PT Telkom, agar diakomodir, salah satu mengatasi blank spot, jaringan wifi melalui satelit," katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah bekerja sama dengan PT Telkom terkait jaringan di lingkungan Pemkab.
Sementara pemasangan BTS berkaitan dengan anak perusahaan, yakni PT Telkomsel.
"Saat ini kami telah berkirim surat, baik di kantor Pangkalpinang dan Palembang, minta bantu fasilitasi PT Telkom untuk membantu mengatasi permasalahan ini," lanjutnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Telkomsel untuk mengidentifikasi titik-titik permasalahan, terutama di Desa Simpang Yul dan daerah lainnya. Serta menargetkan dalam minggu ini sudah mendapatkan jawaban.
"Daerah lain banyak juga blank spot yang terdata, bukan hanya Simpang Yul, daerah-daerah terpencil, masih kurang akses internetnya," katanya.
Akibatnya susah sinyal, ia mengatakan informasi yang seharusnya dapat menjangkau hingga ke desa terpencil menjadi terhambat, terlebih di tengah kebutuhan digitalisasi saat ini.
"Mungkin akan menghambat aktivitas menggunakan sistem jaringan internet. Akan kami perjuangkan, dan berkomunikasi ke bupati mengenai koordinasi langsung mencari jaringan ke kementerian Komdigi," tutupnya.
Indra memastikan, pemenuhan akses telekomunikasi dan informasi, termasuk penyediaan akses internet di daerah blank spot, masih menjadi perhatian serius Pemkab Bangka Barat. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
Berikut Titik Blankspot di Kabupaten Bangka Barat tahun 2021.
Sumber data: Diskominfo Kabupaten Bangka Barat
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi/Riki Pratama)