Ruben Onsu Diduga Tertipu Bisnis Mukena, Uang Miliaran Hilang Tanpa Jejak, Ini Faktanya!
Argia Melanie Pramesti April 22, 2026 11:34 AM

Grid.ID - Kasus yang menyeret nama Ruben Onsu mendadak jadi sorotan publik. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi yang mengejutkan.

Minola mengaku awalnya tidak mengetahui persoalan tersebut karena sedang berada di Surabaya. Ia baru mendapat informasi setelah dihubungi oleh rekan media dan kemudian berkomunikasi langsung dengan Ruben.

Kasus ini bermula beberapa bulan sebelum Ramadan ketika Ruben dikenalkan pada sosok bernama Philipus. Perkenalan itu disebut-sebut membuka peluang kerja sama bisnis mukena dengan sebuah perusahaan.

Menurut penuturan Minola, Philipus mengklaim bisa menjadi penghubung antara Ruben dengan PT Venteny Fortuna Indo. Tawaran tersebut dinilai menarik karena momentum Lebaran yang dianggap potensial secara bisnis.

“Ruben berpikir ini peluang bagus karena momennya tepat,” ujar Minola dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Selasa (21/4/2026).

Namun, masalah mulai muncul saat komunikasi berjalan intens. Philipus disebut berkali-kali meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

“Alasannya untuk biaya produksi dan juga entertain mencari pabrik,” jelas Minola.

Tak hanya itu, Ruben juga diyakinkan dengan adanya perjanjian kerja sama antar perusahaan. Nilai kontrak yang disebut mencapai sekitar Rp5,5 miliar membuat kerja sama ini terlihat sangat serius.

“Kontraknya besar, sekitar 5,5 miliar, jadi terlihat seperti bisnis nyata,” katanya.

Ruben pun disebut telah memenuhi kewajibannya dalam kerja sama tersebut. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, produksi mukena tak kunjung terealisasi.

“Uangnya sudah ditransfer, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik,” ungkap Minola.

Situasi semakin rumit ketika pihak yang bersangkutan sulit dihubungi. Philipus bahkan disebut menghilang tanpa memberikan pertanggungjawaban.

“Dihubungi tidak bisa, seperti hilang begitu saja,” lanjutnya. Hal inilah yang memicu kecurigaan adanya dugaan penipuan.

Tak berhenti di situ, Ruben juga menemukan informasi lain yang memperkuat dugaan tersebut. Ia mendapati adanya laporan serupa dari orang lain terhadap pihak yang sama.

“Banyak yang mengaku mengalami hal serupa,” kata Minola.

Minola juga mengungkap modus yang dinilai cukup rapi. Philipus diduga memainkan beberapa peran sekaligus untuk meyakinkan korban.

“Seolah-olah ada admin dan pihak PT, padahal diduga satu orang,” jelasnya.

Dampak dari kejadian ini disebut cukup besar bagi Ruben. Tidak hanya kerugian materi, tetapi juga mengganggu arus keuangan perusahaannya.

“Ini sangat mengganggu cash flow perusahaan Ruben,” tegas Minola.

Meski begitu, Ruben belum langsung menempuh jalur hukum. Ia memilih memberi kesempatan agar pihak terkait menunjukkan itikad baik.

“Kita harap ada tanggung jawab tanpa harus ke ranah hukum,” ujarnya.

Namun hingga kini, pihak yang diduga terlibat belum juga memberikan respons. Minola memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini.

“Kami tunggu apakah ada komunikasi atau tidak,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.