TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak keluarga Gifar alias GFS (26), pemuda asal Bandung yang ditemukan tewas di atas karang Pantai Gau, Kuta Selatan, secara resmi menolak proses autopsi terhadap jenazah korban.
Keluarga besar menyatakan telah mengikhlaskan kepergian pria yang baru lima bulan merantau di Bali tersebut dan menganggap insiden ini sebagai sebuah musibah murni.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pihak keluarga melihat langsung jenazah korban di RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar.
Baca juga: Detik-detik Gifar Terekam CCTV Sebelum Tewas, Jalan Sendiri Menyusuri Pantai Melasti
Melalui kakak kandungnya, GNS, keluarga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan pemeriksaan dalam.
"Pihak keluarga korban yang diwakili oleh kakak kandungnya telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan autopsi," kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Rabu 22 April 2026.
Baca juga: GFS Tewas di Pantai Gau Bali, Sempat Unggah Story Instagram, Sewa Motor dan Ingin Lihat Sunrise
"Keluarga menyatakan telah menerima secara ikhlas meninggalnya Gifar Fadillah Suryana dan memandang peristiwa ini sebagai sebuah musibah," imbuhnya.
Iptu Gede Adi menambahkan, dalam proses klarifikasi dengan penyidik Sat Polairud Polresta Denpasar, pihak keluarga menegaskan tidak memiliki kecurigaan ataupun tuduhan terhadap pihak mana pun terkait penemuan jasad korban pada Minggu sore tersebut.
Keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum di kemudian hari.
"Keluarga korban tidak mencurigai atau menuduh siapapun atas meninggalnya korban. Hal ini didasari juga oleh keterangan pihak keluarga bahwa korban memang tidak bisa berenang, sehingga diduga kuat korban mengalami laka laut saat sedang beraktivitas di pinggir pantai," lanjutnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Gifar diketahui mendatangi Pantai Melasti pada Minggu dini hari untuk menikmati pemandangan matahari terbit.
Ia sempat mengunggah momen tersebut di media sosial Instagram miliknya sekitar pukul 08.00 Wita sebelum akhirnya hilang kontak dan ditemukan tak bernyawa oleh seorang pencari ikan beberapa jam kemudian.
Setelah seluruh administrasi rampung, kepolisian langsung memfasilitasi pemulangan jenazah. Jasad Gifar telah diserahterimakan kepada sang kakak pada Selasa siang dan langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
"Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kompleks GBA 3, Bojongsoang, Jawa Barat, pada Selasa pukul 18.00 Wita," ujar dia.
"Selain itu, barang-barang pribadi milik korban yang ditemukan di dalam jok motor di Pantai Melasti, serta sepeda motor yang sebelumnya disewa korban, juga sudah dikembalikan kepada pihak persewaan," pungkasnya. (*)