SRIPOKU.COM - Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Banyuasin kembali menjadi sorotan tajam.
Kali ini, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, yang kian memprihatinkan hingga memicu keluhan luas dari masyarakat setempat.
Penampakan kondisi jalan yang memburuk tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram @palembangkulukilir pada Rabu (22/04).
Baca juga: Kecelakaan di Banyuasin, Dua Truk Terguling Akibat Jalan Rusak, Lalu Lintas Macet Berjam-jam
Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas badan jalan dipenuhi lubang besar dan permukaan yang tidak rata, sehingga sangat mengganggu mobilitas warga.
Kerusakan ini berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas.
Akibat banyaknya lubang yang dalam, para pengendara dari dua arah terpaksa harus antre dan melintas secara bergantian.
Kemacetan pun tak terelakkan di jalur yang menjadi urat nadi aktivitas harian warga, mulai dari mereka yang berangkat bekerja hingga keperluan logistik lainnya.
Selain dinilai menghambat aktivitas, kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata ini juga dianggap sangat membahayakan bagi para pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua yang melintas setiap hari.
Ada pemandangan yang tak biasa di sepanjang lokasi kerusakan.
Berdasarkan video yang diunggah oleh akun tersebut, terlihat puluhan kayu gelondongan di salah satu sisi jalan rusak tersebut.
Yang saat ini belum dapat dipastikan apa fungsi puluhan gelondongan kayu tersebut di pinggir jalan yang menyebabkan kemacetan tersebut.
Namun ironisnya, lubang-lubang besar di jalan tersebut hanya ditutup menggunakan kayu, bukan diperbaiki secara permanen dengan batu ataupun aspal.
Kondisi ini mempertegas betapa daruratnya perbaikan yang dibutuhkan agar jalan tersebut layak dan aman untuk dilalui.
Melihat kondisi yang semakin parah, warga Kabupaten Banyuasin, khususnya masyarakat Kecamatan Rambutan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin untuk segera mengambil tindakan nyata.
Warga berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera turun tangan untuk memperbaiki jalan yang rusak.
Hal ini guna mengurangi risiko kecelakaan serta memulihkan kelancaran aktivitas ekonomi mereka.