TRIBUNNEWS.COM - Puncak klasemen Liga Inggris yang selama ini menjadi simbol dominasi Arsenal kini berada di ambang keruntuhan.
Laga antara Burnley FC melawan Manchester City FC di Turf Moor berpotensi menjadi momen runtuhnya posisi puncak yang selama ini dikuasai Arsenal.
Menurut catatan Opta, tim asuhan Mikel Arteta telah menghabiskan 539 hari di puncak klasemen, termasuk 200 hari secara beruntun. Angka itu bahkan melampaui rekor Kevin Keegan (339 hari).
Namun ironisnya, catatan tersebut justru menjadi simbol tekanan. Sebab hingga kini, dominasi panjang itu belum juga berujung pada trofi juara.
Artinya, semua waktu yang dihabiskan di puncak akan terasa sia-sia jika tidak ditutup dengan gelar.
Baca juga: Skenario Manchester City Kudeta Arsenal dari Puncak Klasemen Liga Inggris Pekan Depan
Momentum kini justru beralih ke Manchester City. The Citizens saat ini tertinggal tiga poin dan masih memiliki satu laga tunda, sebuah situasi yang bisa langsung mengubah peta persaingan.
Kemenangan melawan Burnley akan membuat tim asuhan Pep Guardiola merebut puncak klasemen dari Arsenal.
Memang, Arsenal memang masih memiliki peluang untuk kembali ke puncak saat menghadapi Newcastle United akhir pekan ini.
Namun, dengan jadwal yang semakin sempit, yakni tinggal lima laga lagi, setiap pertandingan kini bak bernilai final.
Saat ini, Arsenal unggul tipis dalam selisih gol (+37 berbanding +36), namun kalah dalam jumlah gol dari Manchester City (63 berbanding 65).
Ada skenario kedua tim finis dengan poin sama, sehingga detail kecil seperti selisih gol dan produktivitas bisa menjadi penentu gelar.
Ya, jika klub finis seimbang dengan poin, aturan dari Liga Inggris untuk penempatan klasemen akhir ditentukan oleh kriteria berikut, dalam urutan ini:
Baca juga: Hitungan Juara Liga Inggris Jika Arsenal dan Manchester City Punya Poin Sama
Dalam skenario ekstrem, keunggulan head-to-head hasil pertemuan musim ini membuat Manchester City lebih diunggulkan.
Kedua tim bermain imbang di pertemuan pertama musim ini, dan Man City menang 2-1 beberapa hari lalu di putaran kedua.
Situasi ini memaksa Arsenal untuk tidak sekadar menang, tetapi juga mencetak gol sebanyak mungkin di lima laga terakhir.
Arsenal sendiri sedikit diuntungkan. Berdasarkan peringkat kekuatan dari Opta, lawan-lawan yang akan mereka hadapi relatif lebih ringan, meskipun tetap tidak bisa dianggap mudah.
Salah satu laga yang berpotensi menyulitkan adalah menghadapi Newcastle United, namun empat pertandingan lainnya menghadapi tim dari papan bawah.
Sebaliknya, Manchester City masih harus menghadapi tim-tim yang tengah berjuang menembus zona Eropa seperti Everton, Bournemouth, dan Aston Villa.
Dua sisa lainnya, Manchester City akan melawan tim enteng seperti Burnley dan Crystal Palace.
Jika mau juara, Arsenal tak bisa lagi bermain aman. Margin sekecil apa pun kini bisa menjadi pembeda antara meraih gelar dan kegagalan.
Dengan kata lain, Arsenal kini benar-benar diuji. Setelah 200 hari di puncak klasemen, mereka harus membuktikan bahwa mereka mampu menyelesaikan perjalanan.
Jika tidak, rekor panjang itu hanya akan dikenang sebagai dominasi tanpa mahkota, atau simbol kegagalan yang terulang.
Sisa Jadwal Arsenal
Sisa Jadwal Manchester City




















(Tribunnews.com/Tio)