Jelang Sidang Kasus Ijazah Jokowi Sebagai Terdakwa, Dokter Tifa: Jangan Terjebak Skenario Benturan
Budi Sam Law Malau April 22, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Polda Metro Jaya sudah melimpahkan berkas perkara kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan 5 tersangka ke Kejaksaan Tinggi DKI agar diperiksa untuk nantinya disidangkan jika dinyatakan lengkap.

Menjelang proses persidangan itu salah satu tersangka Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa mengingatkan satu hal penting kepada seluruh masyarakat atau rakyat agar jangan terjebak dan terlibat dalam skenario benturan.

Dokter Tifa juga tetap yakin bahwa ijazah Jokowi yang dimaksudnya adalah palsu dan akan membongkar semua kebohongan itu.

Baca juga: Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli, Ungkap Watermark hingga Emboss

Hal itu diungkapkan dokter Tifa lewat akun X-nya @DokterTifa, Rabu (22/4/2026).

"Benturan Antar Rakyat dimainkan Jokowi untuk menutupi Ijazahnya. Apa yang sedang terjadi hari ini, yang terlihat di berbagai media, bukan kebetulan. Ini adalah skenario yang sangat rapi. Joko Widodo tidak perlu menjawab substansi," kata dokter Tifa.

Menurut dokter Tifa, Jokowi cukup menciptakan distraksi dan melibatkan 'termul', pengacara, dan berbagai aktor di lapangan, untuk satu tujuan.

"Yakni membenturkan rakyat di level bawah. Dan ketika rakyat sibuk saling serang, emosi melawan emosi, opini melawan opini, Maka substansi utama, yaitu soal Ijazah Palsu Jokowi, perlahan menghilang dari perhatian publik," kata Tifa.

Hal itu menurutnya persis seperti yang telah diingatkan oleh Jusuf Kalla dan Rocky Gerung.

Di mana ketika kekuasaan terdesak, yang dilakukan adalah mengalihkan konflik ke rakyat.

"Hari ini kita melihat itu secara nyata. Polemik besar tentang ijazah tidak dijawab dengan transparansi. Tidak dijawab dengan bukti. Tidak dijawab dengan klarifikasi yang jernih," kata Tifa.

Baca juga: Jahmada Girsang dan Refly Harun Nyaris Adu Jotos di Acara Live Rakyat Bersuara, Sempat Kontak Fisik

Sebaliknya, menurut dokter Tifa, rakyat diseret masuk ke dalam konflik horizontal.

"Saya ingin mengingatkan satu hal penting kepada seluruh rakyat: Jangan terjebak. Jangan ikut terlibat dalam skenario benturan ini. Kalau Anda benar mencintai kebenaran dan keadilan, maka fokuskan perhatian pada satu titik: Mana Ijazahmu Jokowi?" kata dokter Tifa.

"Foto di dalam ijazah yang beredar itu bukan kamu! Foto orang berkacamata dan berkumis itu 92,37 persen bukan Jokowi! Mana ijazah dengan fotomu yang asli?" katanya.

Menurut Tifa, saatnya kita semua membongkar kebohongan.

"Dan sejarah selalu mencatat: ketika kebenaran ditutup dengan keributan, maka tugas rakyat adalah BICARA. Saya ajak kalian semua BICARA. Jangan DIAM. Kita semua harus menggelorakan KEBENARAN!" katanya sembari menautkan link YouTube acara Rakyat Bersuara di Inews TV, yang membahas Rismon dan Roy adu bukti ijazah, Selasa (21/4/2026) malam.

Nyaris Adu Jotos 

Sebelumnya perdebatan panas di program Rakyat Bersuara di Inews TV, Selasa (21/4/2026) malam, berujung nyaris adu jotos antara kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun, yang juga pengacara Roy Suryo.

Suasana memanas ketika Refly Harun memutuskan untuk meninggalkan ruangan atau melakukan walk out (WO) dari panggung diskusi, usai memberikan pernyataan soal pengelolaan manajemen buku Jokowi's White Paper.

Sebelumnya menurut kubu Rismon Sianipar, penjualan dan pengelolaan buku tersebut tidak transparan.

Refly Harun lalu menjelaskan duduk masalah soal manajemen penjualan dan penerbitan buku tersebut berdasarkan pengalamannya yang juga penulis buku.

Baca juga: Roy Suryo Tetap Melanjutkan Kasus Tudingan Ijazah Jokowi ke Pengadilan, Polisi Terbuka Proses RJ

"Kalau saya tidak dikasih kesempatan ngomong lagi, ngapain saya di sini? Itu namanya orang bodoh. Bapak ya, Jahmada Gersang yang saya hormati. Anda menghormati saya kan? Tetapi ketika Anda belok, Anda tidak ngomong apa-apa ke saya. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata Refly Harun menyindir Jahmada.

Refly lalu menghampiri nara sumber dari kubu Rismon Sianipar yang berada diatas panggung sebelum keluar ruangan.

Refly bersalaman dengan Aiman selaku pembawa acara, lalu menyalami Rismon.

"Ini pakai pengacara raja konten, kata Rismon," ujar Refly.

Usai menyalami Rismon, Refly lalu menyalami Jahmada Girsang.

"Ini teman saya yang paling baik. Tetapi ketika belok, dia tidak ngomong," kata Refly.

Karena ucapan Refly, Jahmada sepertinya tidak terima sehingga tidak melepaskan jabatan tangan Refly yang hendak turun panggung.

Bahkan Jahmada tampak menarik tangan Refly. Gesture tubuhnya menunjukkan sikap tidak suka dengan Refly.

Refly dengan tenang menghadapinya. Jahmada lalu sedikit mendorong Refly.

Keduanya sempat berhadapan dalam jarak sangat dekat. 

Refly sempat agak mendorong Jahmada yang tidak juga melepaskan jabatan tangan Refly.

Namun Jahmada membalas lebih reaktif dan mendorong tubuh Refly Harun ke belakang.

Keduanya nyaris adu jotos, karena kontak fisik dan saling dorong sudah terjadi.

"Saya gak terima itu," teriak Jahmada sambil mendorong Refly, namun dilerai Aiman dan nara sumber lainnya.

Seketika panggung dipenuhi mereka yang hendak melerai agar keduanya tidak terlibat kontak fisik lebih jauh.

"Dua-duanya keluarin," teriak Roy Suryo.

Insiden ketegangan itu terjadi saat acara disiarkan secara live atau langsung dan  menjadi sorotan publik.

Di balik insiden tersebut, terselip dinamika emosional yang kuat. Perdebatan yang awalnya berkutat pada isu intelektual dan transparansi buku berubah menjadi konflik personal.

Aksi hampir baku hantam  ini sangat disayangkan mengingat keduanya merupakan pakar hukum yang seharusnya mengedepankan argumentasi intelektual.

Refly Harun yang menyebut Jahmada sebagai "teman baik" justru menunjukkan gestur kekecewaan mendalam sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan studio.

Sebelumnya, Rismon Sianipar mengkritik pengelolaan buku yang dinilai tidak transparan.

Pernyataan itu kemudian dibalas oleh Roy Suryo yang membela pihak dokter Tifa, sebelum akhirnya Refly Harun masuk memberikan pandangan hukum.

Dalam paparannya, Refly menegaskan perbedaan peran antara penulis dan pengelola buku. 

Ia menilai tidak semua penulis berhak menuntut transparansi finansial jika tidak terlibat dalam produksi dan distribusi. Pernyataan itu memicu respons keras dari pihak yang berseberangan.

Baca juga: Wajah Kesal Jusuf Kalla Terseret Polemik Ijazah Jokowi, Tegaskan Hanya Memberi Nasihat

Refly Harun: Jahatnya Jokowi

Sebelumnya Refly Harun, melontarkan pernyataan menohok terhadap Presiden Joko Widodo dalam program diskusi Rakyat Bersuara tersebuy.

Refly tanpa ragu menyebut mantan Wali Kota Solo itu "jahat" lantaran dianggap membiarkan publik terus bertikai terkait keabsahan ijazah pendidikannya.

"Inilah jahatnya orang yang bernama Joko Widodo. Kenapa jahat? Dia membiarkan anak bangsa terpecah belah mendebatkan apakah ijazahnya asli atau palsu," tegas Refly dengan nada tajam sebelum memutuskan walk out dari studio.

Menurut Refly, keributan berkepanjangan ini seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan jam jika Jokowi bertindak sebagai seorang negarawan.

Ia menuntut adanya transparansi total, bukan sekadar menunjukkan fisik ijazah di hadapan penyidik kepolisian.

"Kalau dia seorang negarawan, kita tantang malam ini tunjukkan ijazahnya. Undang press conference, undang Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan semua pakar telematika hingga digital forensik seluruh dunia. Buktikan apakah spesimen itu asli," ujarnya lagi.

Refly menilai, ketiadaan langkah konkret dari Istana untuk mengakhiri polemik ini justru menjadi bumerang yang terus menggerus kohesi sosial masyarakat Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.