Calon Jemaah Haji Pringsewu 2026 Siap Berangkat, Termuda 15 Tahun dan Tertua 93 Tahun
taryono April 22, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu -  Keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Pringsewu tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi diwarnai rentang usia yang cukup mencolok, mulai dari lanjut usia hingga remaja.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pringsewu Muhammad Haikal Ahra menyampaikan bahwa calon jemaah tertua dalam Kloter JKG 21 adalah Abdul Ghofur Mursidi San Muhammad (93), warga Kecamatan Banyumas. 

Sementara itu, calon jemaah termuda adalah Aqila Anindhita Aningtyas Pertiwi (15), berasal dari Kecamatan Ambarawa.

“Hal ini menunjukkan bahwa ibadah haji dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia, tentu dengan kesiapan fisik dan mental masing-masing,” ujar Haikal kepada Tribun Lampung, Rabu (22/4/2026).

Secara keseluruhan, calon jemaah haji asal Pringsewu terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). 

Kloter JKG 21 merupakan kloter penuh dengan total 445 orang, yang terdiri atas 439 calon jemaah, empat petugas kloter, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).

Adapun Kloter JKG 31 berjumlah 27 calon jemaah asal Pringsewu yang akan bergabung dengan jemaah dari daerah lain. 

Kloter ini merupakan gabungan dari beberapa wilayah di Provinsi Lampung, seperti Bandar Lampung, Lampung Timur, Tanggamus, dan Pringsewu, dengan total sekitar 147 jemaah. 

Sementara sisanya berasal dari Jakarta, dan kloter ini menjadi kloter terakhir.

Berdasarkan jadwal, Kloter JKG 21 akan diberangkatkan pada 8 Mei 2026 dan masuk Asrama Haji pukul 14.30 WIB. 

Sedangkan Kloter JKG 31 dijadwalkan berangkat pada 17 Mei 2026 dengan waktu masuk asrama pukul 17.00 WIB.

Haikal memastikan seluruh calon jemaah haji dalam kondisi sehat. 

Pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala oleh puskesmas di masing-masing kecamatan.

Dari sisi persiapan, sebanyak 414 calon jemaah haji telah mengikuti manasik haji sebelum Ramadan. 

Kegiatan tersebut meliputi satu kali manasik di tingkat kabupaten dan empat kali di tingkat kecamatan. 

Selain itu, jemaah cadangan juga tetap difasilitasi untuk mengikuti manasik, termasuk manasik nasional yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Agama.

“Walaupun tidak masuk dalam anggaran utama, jemaah cadangan tetap kami ikutkan agar memiliki kesiapan yang sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak ada perubahan signifikan dalam pelaksanaan haji tahun ini, hanya penataan yang lebih tertib, khususnya terkait pelaksanaan dam. 

Pembayaran dam di Tanah Suci dapat dilakukan melalui jalur resmi seperti Ad Dhohi, atau melalui lembaga di tanah air seperti Baznas, Lazis, KBIHU, maupun secara perorangan.

Sejauh ini, tidak terdapat kendala berarti dalam proses persiapan keberangkatan jemaah haji Pringsewu. 

Haikal juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan serta menghindari aktivitas besar, seperti walimatus safar, dalam satu minggu sebelum keberangkatan.

“Harapan kami, seluruh jemaah, baik yang tertua maupun termuda, dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.